Menu

Mode Gelap
Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

BERITA

Waspada Kasus Rabies Makin Meningkat Di Lutim Sampai Bentuk Desa Siaga Rabies


					Waspada Kasus Rabies Makin Meningkat  Di Lutim Sampai Bentuk Desa Siaga Rabies Perbesar

OKSON, Luwu Timur ,- kasus rabies di Kabupaten Luwu Timur belum bisa sterilkan, trend kasusnya malah makin meningkat setiap tahun. Sulitnya menekan angka rabies lantaran banyaknya warga yang memelihara anjing dan berkeliaran sehingga menggigit warga hingga menyebabkan tertular rabies.

Menyikapi kasus ini Asisten II Pemerintah Luwu Timur Masdin, menggelar Rapat Koordonasi dengan Dinas Kesehatan dan Dokter Hewan untuk mencari solusi cepat dan tepat menekan angka rabies di Kabupaten Luwu Timur.

Rapat yang berlangsung secara virtual di ruang media senter Kominfo, Selasa ( 21/11/2023) salah satu kesepakatannya membuat Desa Siaga Rabies. Selain itu dalam rapat tersebut diminta seluruh puskesmas di Kabupaten Luwu Timur bertindak cepat menangani setiap warga yang digigit Anjing, Kuncing atau hewan peliharaan lainnya yang rawan menularkan rabies.

Selain itu stok obat-obatan untuk menangani rabies tersebut harus tersedia disetiap puskesmas sehingga setiap warga yang terjangkit rabies bisa dengan cepat ditangani dan sembuh. Selain itu kepada warga juga diminta pro aktif membawa anggota keluarganya manakala ada yang digigit Anjing, Kucing atau Monyet.

” Kita tidak boleh santai, kasus rabies ini trendnya makin meningkat, ini harus ditekan, apakah semua hewan peliharaan Anjing, Kucing dll yang bisa menularkan rabies di berikan suntikan vaksin. ” Ujar Masdin.

Berdasarkan data dari Puskesmas sejumlah wilayah Lutim, angka kasus rabies terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 dilaporkan 640 kasus dan tahun 2022 terdapat 665 kasus dan kasus sementara di tahun 2023 hingga oktober, sudah dilaporkan 637 kasus rabies.

“Kasus gigitan tertinggi berada di Kecamatan Tomoni Timur, diikuti oleh Kecamatan Towuti, Wasuponda, Burau, Angkona, dan Mangkutana,” Jelas Masdin.

Masdin juga meminta agar Dinas Kesehatan dan dokter hewan memebrkan sosialisasi pencegahan kepada warga terhadap bahaya rabies. Sehingga masyarakat menjadi tahu betapa pentingnya upaya pencegahan rabies melalui pencucian luka jika digigit oleh anjing, kucing dan pemilik hewan dapat melakukan vaksin hewan, memberikan makanan yang sehat dan mengandangkan hewan peliharaannya agar tidak mencari makan di tempat sampah.

Menyangkut Desa siaga rabies ini direncanakan akan dibentuk di kecamatan Tomoni Timur, sebagai kecamatan yang memiliki angka gigitan tertinggi di Lutim.

( SON/***)

 

 

Baca Lainnya

Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur

15 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara

14 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di BERITA