Lahan tidur yang puluhan tahun tidak tergarap di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, kini berubah menjadi hamparan jagung pakan yang produktif. Keberhasilan panen perdana yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi pada awal Januari 2026 ini menjadi titik terang bagi pemulihan ekonomi warga setempat. Apa yang sebelumnya dianggap lahan mati, kini kembali memberikan penghidupan bagi puluhan kepala keluarga di kawasan tersebut.
Asmanuddin, Kepala Desa Tondowolio, menyampaikan apresiasi atas kembalinya fungsi lahan yang sudah tidak produktif sejak tahun 2015 tersebut. Dari keseluruhan area seluas 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan dan berhasil dipanen. Ia menilai langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat lokal. Peran aktif aparatur desa dan pendampingan berkelanjutan dari perusahaan disebutnya sebagai kunci utama dalam menghidupkan kembali lahan tidur tersebut.
Baharuddin, Ketua Kelompok Tani Padaidi, mengungkapkan capaian produktivitas jagung pakan yang menggembirakan, yakni berkisar 6 hingga 7 ton per hektare. Kelompok tani yang berdiri sejak November 2023 dengan keanggotaan 22 orang ini berkomitmen untuk memperluas areal tanam pada musim berikutnya. Ia menambahkan bahwa harga jual jagung pakan di wilayah Kolaka yang mencapai Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram merupakan angka yang kompetitif dan memberikan motivasi kuat bagi petani untuk terus mengembangkan usaha. Prospek ekonomi dari komoditas ini dinilai sangat cerah, sehingga perluasan lahan menjadi prioritas utama.
Endra Kusuma, Head of External Regional and Growth PT Vale, menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan bagian dari implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas ekonomi warga di sekitar area operasional perusahaan. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal merupakan wujud nyata dukungan terhadap kemandirian masyarakat. Menurut Endra, kemandirian ekonomi menjadi pondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan, dan pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa serta kelompok masyarakat. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan dampak jangka panjang, baik di sektor pertanian maupun dalam upaya memulihkan fungsi lahan tidur menjadi sumber penghasilan baru.
Kolaborasi yang terjalin antara PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, aparat desa, dan kelompok tani menjadi contoh nyata bahwa pembangunan inklusif dapat terwujud di Kabupaten Kolaka. Program PPM yang dijalankan diharapkan mampu menginspirasi kelompok tani lain untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini terbengkalai. Perluasan area tanam menjadi target utama ke depan agar ketahanan pangan semakin kuat dan roda perekonomian desa terus berputar menuju kemajuan.








