Menu

Otomatis
Breaking News

BERITA

Sudah Setahun Berlalu,Seragam Sekolah Ibas – Puspa Tidak Jelas

Sudah Setahun Berlalu,Seragam Sekolah Ibas – Puspa Tidak Jelas Perbesar

Ribuan pelajar di Kabupaten Luwu Timur masih menanti realisasi program seragam gratis yang telah dianggarkan pemerintah daerah. Hingga memasuki pertengahan Februari 2026, belum ada satu pun siswa yang menerima manfaat dari kebijakan yang nilai totalnya mencapai miliaran rupiah tersebut. Kegalauan pun melanda para orang tua yang mendambakan kepastian dari instansi terkait mengenai nasib bantuan yang telah dijanjikan sejak periode sebelumnya.

Berdasarkan catatan yang berhasil dihimpun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah mengucurkan alokasi dana sebesar Rp 8,7 miliar dari APBD 2025 untuk merealisasikan program ini. Anggaran tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, meliputi pakaian seragam, alas kaki, penutup kepala, serta tas bagi 16.737 anak didik dari tiga tingkatan pendidikan. Sasaran program mencakup 5.502 anak PAUD, 5.835 murid SD, dan 5.400 pelajar SMP yang tersebar di wilayah setempat.

Mekanisme penyaluran yang diusung dalam kebijakan ini mengandalkan sistem transfer langsung ke rekening masing-masing siswa melalui inisiatif bernama Kartu Pintar. Sesuai petunjuk teknis, nominal bantuan berbeda di tiap jenjang, yakni Rp 400 ribu untuk anak PAUD, Rp 560 ribu bagi pelajar SD, dan Rp 600 ribu untuk siswa SMP. Dengan skema tersebut, para penerima diharapkan dapat membelanjakan sendiri perlengkapan sekolah yang dibutuhkan.

Namun, kenyataan di lapangan bertolak belakang dengan rencana awal. Memasuki tahun ajaran baru yang telah berjalan hampir dua bulan, baik bantuan tunai maupun paket seragam fisik belum juga menyentuh tangan para siswa. Kondisi ini semakin mengherankan lantaran pada tahun-tahun sebelumnya, pendistribusian bantuan serupa umumnya telah rampung sebelum akhir Desember.

Awaluddin, seorang wali murid yang berdomisili di Kecamatan Malili, menyampaikan kebingungannya atas ketidakjelasan kelanjutan program tersebut. Ia menyesalkan belum adanya informasi pasti mengenai realisasi bantuan, padahal kegiatan belajar mengajar telah memasuki semester baru. Senada dengan itu, Fitriani, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Towuti, mengungkapkan kekesalannya karena sempat beredar kabar bahwa pembagian akan difasilitasi oleh sekolah, tetapi tiba-tiba batal dilaksanakan. Ia mendesak agar pihak berwenang menjelaskan hambatan yang menyebabkan program ini terhenti.

Temuan menarik justru muncul dari Kecamatan Wasuponda, di mana sejumlah sekolah sempat menerima kiriman seragam untuk diteruskan kepada murid-muridnya. Namun, proses pembagian terpaksa dibatalkan karena kelengkapan yang dikirim tidak sesuai harapan. Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa seragam yang tiba tidak dilengkapi sepatu dan tas. Akibatnya, pihak sekolah mengambil keputusan untuk mengembalikan barang tersebut lantaran tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dari sisi penganggaran, dana program ini terbagi ke dalam tiga kategori dengan rincian sekitar Rp 2,2 miliar untuk PAUD, Rp 3,26 miliar untuk SD, dan Rp 3,24 miliar untuk SMP. Kendati nilai tersebut tampak mencukupi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa para siswa bahkan belum menerima kartu atau nomor rekening yang menjadi instrumen penting dalam penyaluran dana. Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi ataupun penjelasan lanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur ihwal keberlangsungan program yang semestinya telah dinikmati sejak tahun lalu. Situasi ini menjadi catatan ironis, sebab bantuan tersebut diproyeksikan mampu meringankan beban ekonomi keluarga dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka di tiga jenjang yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Menghidupkan Peradaban Luwu Diantara Celah Tambang PT Vale

10 Sep 2026 - 04:57 WITA

Menghidupkan Peradaban Luwu Diantara Celah Tambang PT Vale

Gaji Aparat Desa Turun , Proyek Bimtek Jalan Terus

8 Sep 2026 - 04:59 WITA

Gaji Aparat Desa Turun , Proyek Bimtek Jalan Terus

Cegah Konflik Internal, DPC PDIP Luwu Timur Rapat Bersama Bahas Pergeseran Alat Kelengkapan Dewan

7 Sep 2026 - 10:17 WITA

Cegah Konflik Internal, DPC PDIP Luwu Timur Rapat Bersama Bahas Pergeseran Alat Kelengkapan Dewan
Trending di BERITA