Pelayanan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tomoni menjadi sorotan tajam masyarakat Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, sepanjang bulan Ramadan tahun ini. Ketua Umum Sapma Lutim, Ir. M Takwin Ismawan Ali, ST., mengungkapkan kegelisahan warga akibat maraknya pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak tanpa konfirmasi resmi terlebih dahulu, sehingga menimbulkan gejolak emosi di kalangan warga.
Pernyataan tegas tersebut dilontarkan pada Sabtu, 7 Maret 2026, sebagai respons atas gangguan kelistrikan yang kerap berlangsung tepat saat umat Muslim tengah khusyuk menjalankan ibadah. Takwin menyoroti peningkatan frekuensi pemadaman yang signifikan selama bulan suci, padahal pada hari-hari biasa sebelumnya pasokan listrik berjalan stabil dan minim gangguan. Ia menganggap ironis bahwa pemadaman justru kerap terjadi tanpa sosialisasi atau pengumuman lebih awal, membuat warga panik dan tidak sempat bersiap saat aliran listrik terputus secara tiba-tiba.
Dampak pemadaman ini tidak hanya berhenti pada masalah penerangan rumah, melainkan juga berimbas langsung pada ketersediaan air bersih. Mayoritas penduduk setempat masih bergantung pada pompa air bertenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. Takwin menegaskan, apabila pasokan listrik terhenti selama setengah hari saja, aktivitas warga langsung lumpuh total, mulai dari kegiatan memasak, mandi, hingga berwudhu menjadi terhambat. Keadaan ini dinilai sangat memberatkan, khususnya bagi para pedagang yang menggantungkan usahanya pada ketersediaan listrik dan air yang normal.
Lebih lanjut, Takwin mengkritik kinerja PLN Tomoni yang dinilainya belum profesional dalam menangani persoalan tersebut. Ia menyayangkan minimnya transparansi serta buruknya komunikasi antara penyedia layanan dengan konsumen, di mana masyarakat selalu dibiarkan dalam situasi tidak menentu setiap kali gangguan terjadi. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan esensi Ramadan yang seharusnya menghadirkan kedamaian dan kenyamanan bagi umat Muslim dalam beribadah, bukan justru menambah beban psikologis dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut atas keluhan yang terus berlarut ini, Takwin berkomitmen mengirimkan surat resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur. Ia berencana mendesak lembaga legislatif tersebut untuk segera mengadakan rapat dengar pendapat bersama manajemen PLN ULP Tomoni. Upaya ini ditempuh demi merumuskan solusi permanen agar permasalahan pemadaman yang berulang dapat diselesaikan secara menyeluruh dan tidak lagi mengganggu masyarakat pada momen-momen penting keagamaan di masa mendatang.








