OKSON, LUWU TIMUR, – Tidak ada kesepakatan, kecuali pertengkaran, itulah hasil Pertemuan antara Pemerintah Luwu Timur dengan Petani Laoli Desa Harapan yang berlangsung di Kantor Bupati Lutim. Rabu ( 11/02/2026) Sore.
Kegagalan negosiasi ini disebabkan pemerintah Luwu Timur yang kaku membatasi warga yang masuk dalam rapat. Awal masalah ini ketika dalam absen yang dibuat pemerintah Luwu Timur tidak mencantumkan nama Rudiansah. Mereka beranggapan yang tidak tertera namanya dalam absen tidak boleh masuk.
Sementara Kafasitas Rudiansah dikehendaki seluruh petani sebagai orang yang dikuasakan.
” Nama saya tidak ada dalam absen ini, kalau saya tidak bisa masuk, maka semua petani ini tidak ada yang masuk juga. kata Rudi yang diamini petani, betul, kalau Rudi tidak masuk lebih baik kami pulang saja, Kata petani.
Setelah melihat gejala penolakan ini, akhirnya Rudi diperbolehkan masuk dengan terlebih dahulu menulis namanya di Absen.
Belum lagi dimulai pertemuan, keributan terjadi lagi diluar ruangan, ketika AncongTaruna Negara dilarang masuk mengkuti rapat karena dianggap tak berhak menghadiri pertemuan tersebut.
Pertengkaran ini makin lama makin panas sehingga semua peserta rapat keluar ruangan. Di luar ruangan keributan makin tak terkendali. Petani keberatan mendengar pernyataan dari PLt Sekda Lutim yang membatasi pertemuan itu hanya membahas biaya ganti rugi hanya tanaman dan rumah.
” Kami sudah memasukkan surat menanggapi surat dari Pemda Lutim, dimana dalam surat kami itu selain tanaman, rumah, lahan juga kami ikut sertakan. Kalau mau dibatasi seperti ini tidak ada gunanya kita rapat, kami merasa ditaktisi sesuai selera mereka. Sekarang jika Pemda Lutim ngotot mengaku yang kami tempati itu lahan Pemda silahkan menggugat ke Pengadilan saja. ” Ungkap Irwan.
Sebenarnya masalah ini tidak rumit, tapi Pemda Lutim yang bikin ini jadi rumit. ” Yang mau bayar ganti rugi lahan inikan investor maka fasilitasi saja petani berunding dengan investor. Pemerintah cukup diposisi netral saja mengawasi proses perundingan itu. Tapi yang ngotot inikan Pemda Lutim, ini patut kita curigai ada apa di balik ini. ” Tutup Rudiansah . ( oks/***)







