Puluhan hingga ratusan warga prasejahtera dan manula di Kecamatan Mangkutana menerima paket berisi beras sepuluh kilogram serta minyak goreng tanpa dipungut biaya. Agenda berbagi ini dirangkai dalam acara Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDIP Luwu Timur yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026, bertempat di Temu Kamu, Kecamatan Mangkutana. Penyerahan bantuan itu dilangsungkan secara simbolis oleh pengurus DPD PDI Perjuangan Sulsel, jajaran DPC PDIP Luwu Timur, dan anggota DPRD setempat dari fraksi partai tersebut. Mardiah, seorang penerima manfaat asal Mangkutana, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok yang memberatkan keuangan keluarga, bantuan dari partai berlambang banteng itu amat membantu. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada PDIP Luwu Timur dan menilai pemberian tersebut meninggalkan kesan mendalam karena meringankan keperluan dapurnya sehari-hari.
Ketua DPC PDIP Luwu Timur, Budiman, menyatakan bahwa pembagian sembako dalam rangkaian Musancab ini merupakan bentuk aktualisasi dari komitmen partai untuk senantiasa berbuat kebaikan bagi warga. Menurut Budiman, langkah tersebut mencerminkan kepekaan partainya terhadap persoalan sosial dan dedikasi untuk tetap dekat dengan komunitas akar rumput. Ia mengutarakan bahwa aksi sosial kecil ini merupakan awal dari rencana kontribusi yang lebih besar, di mana ke depan pihaknya akan mengadakan pasar murah yang menyasar seluruh kecamatan di wilayah Luwu Timur. Senada dengan itu, Ketua DPD PDIP Sulsel, Ridwan Andi Wittiri, menjelaskan bahwa Musancab tidak hanya berfungsi sebagai forum konsolidasi politik intern. Para kader partai, lanjutnya, diharapkan mampu terjun hingga ke lapisan masyarakat terbawah supaya partai dapat memahami dan ikut mencari jalan keluar atas berbagai tantangan yang dihadapi publik.
Ridwan pun menekankan falsafah partai yang lahir dari rakyat sehingga tidak sepatutnya melupakan asal-usul tersebut. Ia juga meneruskan amanat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang menyatakan partainya bukanlah organisasi yang tercipta dari lingkungan serba mewah, hedonis, ataupun tertutup. Ridwan mengapresiasi DPC PDIP Lutim yang menyelipkan aksi sosial langsung menyentuh hajat hidup warga pada rangkaian Musancab, yang dinilainya sebagai indikasi kepekaan partainya terhadap situasi masyarakat. Pada hakikatnya, Musancab DPC PDIP Luwu Timur ini merupakan penguatan kelembagaan partai hingga level bawah melalui pembentukan susunan kepengurusan PAC yang baru, sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh pengurus PAC di tiap kecamatan telah mengucapkan sumpah untuk menjalankan amanah partai. Dengan struktur yang telah terbentuk kokoh, PDIP Luwu Timur dinyatakan siap bertarung dalam Pemilu 2029–2030 baik di level nasional maupun daerah. Kegiatan ditutup dengan lomba Dero yang memeriahkan suasana, diikuti berbagai komunitas dari Luwu Timur hingga perwakilan Sulawesi Tengah, Palopo, dan Tana Toraja. Kemeriahan tarian tradisional itu turut diramaikan oleh seluruh pengurus DPD PDIP Sulsel dan DPC PDIP Lutim yang berbaur bersama peserta lomba, mengakhiri acara dengan nuansa kebersamaan yang hangat.








