Menu

Mode Gelap
Banyak Mahasiswa Manipulasi Nilai, Tim Khusus Selamatkan 1 M Dana Beasiswa

BERITA

Merawat Pertambangan Berkelanjutan PT Vale Menyulap Lahan Kritis Menjadi Sumber Ekonomi Desa Berbasis Hortikultura


					Merawat Pertambangan Berkelanjutan PT Vale Menyulap Lahan Kritis Menjadi Sumber Ekonomi Desa Berbasis Hortikultura Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Dulu, bukit tabarano setiap tahun jadi lahan terbakar, gersang, dan ditinggalkan. Kini, enam hektar lahan kritis itu berubah jadi hamparan hijau dengan buah nanas manis.

Perubahan ini bukan datang tiba-tiba, tapi lahir dari keuletan PT Vale mengubah pola pikir warga supaya maju dan mandiri. Karena hanya pola pikir yang berkembang akan membawa perubahan hidup yang gemilang.

Inilah yang dilakukan PT Vale di Wilayah Pemberdayaannya Desa Tabarano Kecamatan Wasuponda. Kabupaten Luwu Timur. Sebuah proyek masa depan telah dicanangkan ditempat itu. Yaitu membangun agrowisata perkebunan nanas ponta’da di bukit tabarano.

Enam hektar lahan yang terlantar dan tidak produktif akan disulap menjadi perkebunan nanas. Gagasan ini disampaikan kepada pemerintah desa Tabarano dan disambut baik oleh perangkat desa.

Menjadi masalah ketika ini disosialisasikan kepada masyarakat. Warga lebih banyak apatis dan mengejek karena menganggap program tersebut tidak masuk akal.

Warga beralasan mana mungkin berhasil berkebun dilahan yang tidak subur, kering yang setiap tahun selalu terbakar jika musim kemarau. Pola pikir yang sempit inilah membuat warga sulit menerima ide – ide baru cenderung menghambat perubahan didesa tersebut.

Bagi Senior Coordinator PTPM Livelihood PT Vale, Zainab Husain Paragay, menganggap itu sebuah tantangan. Penolakan warga itu tidak membuat ia patah arang. Secara rutin ia mengumpulkan warga memberi pemahaman bahwa tabarano bisa berubah menjadi desa yang maju dan dikenal di Sulawesi Selatan lewat agrowisata perkebunan nanas.

Akhirnya terbentuklah satu kelompok kecil berjumlah Empat Puluh orang yang mendukung dan mau terlibat penuh dalam proses pembuatan perkebunan nanas tersebut.

Menurut Zainab Husain, sejatinya agrowisata perkebunan nanas adalah Program Pemberdayaan Masyarakat PT Vale dalam membangun ketahanan ekonomi berbasis lingkungan. Sebuah perwujudan tanggungjawab sosialnya lingkungan dari aktivitas penambangan yang dilakukannya di Kabupaten Luwu Timur.

Tujuannya agar warga di wilayah pemberdayaan bisa tumbuh dan berkembang dengan potensinya sendiri, tidak bergantung pada tambang. Ini salah satu yang mereka sebut dengan Pertambangan berkelanjutan.

Akhirnya pada 2022 silam, manajemen PT Vale mendatangkan tim ahli untuk mengukur tingkat keasaman atau PH tanah yang akan ditanami nanas.

Hasilnya menyebutkan PH tanahnya dibawah 4 artinya tingkat keasaman tanahnya sangat tinggi. Ini cocok, karena pohon nanas dianggap sejenis dengan tumbuhan kaktus yang bisa hidup dilahan yang agak kering dengan keasaman tanah yang tinggi.

” Alhamdulillah hasil pengukuran PH tanahnya menguatkan semangat kita, bahwa hajatan ini bisa diwujudkan, ” Kata Zainab. Minggu (27/07/2025).

Lalu dimulailah penanaman perdana sebanyak 2000 pohon. Dan hasilnya tidak memuaskan.Pertumbuhannya tidak subur, kondisi pohon nanas kerdil buahnya juga kecil. Sebahagian anggota kelompok sudah muncul keraguan proyek ini tidak berhasil.

Suasana kebatinan yang pesimis ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Zainab meminta rekannya di tim reklamasi pasca tambang PT Vale untuk mengevaluasinya. Ternyata ada kesalahan dalam proses penanaman.

” Waktu itu tidak ada perlakuan khusus terhadap tanahnya, kawan-kawan langsung main tanam saja makanya hasilnya tidak baik. ” Kata Zainab.

Belajar dari kesalahan tersebut, maka penanaman tahap kedua dilahan sekitar Empat Hektar, PT Vale menurunkan tim ahlinya untuk mengajari warga menanam nanas yang baik dan benar.

Dalam pendampingan ini metode penanaman sudah berubah, untuk permukaan tanah yang miring harus ada perlakuan khusus sebelum melakukan penanaman, dan setelah itu diterapkan hasilnya sangat menggembirakan.

Pohonnya tumbuh dengan subur, daun nanas lebih hijau dan panjang, buah yang dihasilkan cukup besar, berkisar Tiga sampai Lima Kilogram setiap buahnya.

” Terus terang saya bersama ibu desa sangat terharu, hasil ini sangguh luar biasa, keberhasilan ini langsung menginspirasi warga untuk mendukung penuh program agrowisata ini. Jumlah anggota Ponta’da dari 40 Orang bertambah menjadi 105 Orang.” Ungkap Zainab.

Semenjak agrowisata perkebunan nanas ponta’da ini hadir, dari tahun 2022 hingga 2025 sudah tidak pernah lagi terjadi bencana kebakaran lahan tersebut.

Tak sampai disitu saja, PT Vale juga akan membangun satu unit rumah produksi, dan memberikan pembekalan keterampilan terhadap anggota kelompok tani Ponta’da, agar bisa mengolah dan memasarkan produk nanas demi kesinambungan agrowisata ini.

Keberhasilan kolaborasi ini membuktikan  PT Vale berhasil membangun proyek masa depan warga Desa Tabarano dalam membangun ekonomi desa berbasis hortikultura.

Atas capaian ini pula dunia menganugerahkan dua penghargaan buat PT Vale. Yaitu green leadership dan social empowerment category di Bangkok dalam ajang Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 .

Kenapa Harus Nanas ? 

Pemilihan nanas dalam agrowisata ini mengandung makna filosofi yang kental dengan kearifan lokal warga Wasuponda.
Karena ini selaras dengan nama kecamatannya yaitu Kecamatan Wasuponda. Dalam bahasa Padoe, Suku setempat, Wasuponda artinya nanas yang tumbuh diatas batu. Jadi ada muatan kearifan lokalnya.

Namun jauh sebelum pemekaran wilayah kabupaten Luwu Timur, Wasuponda sudah dikenal dengan kampung nanas di Tana Luwu. Setiap rumah penduduk selalu ada pohon nanas. Sehingga nanas sudah menjadi tanaman utama setelah padi. Setelah Luwu Timur resmi menjadi daerah otonom, Kampung Wasuponda ini ditetapkan jadi Kecamatan Wasuponda.

Prospek jelas Cuan Mengalir

Ketua Kelompok Tani Ponta’da, Yohanes Gusti mengatakan, saat ini luas lahan yang sudah ditanami pohon nanas sudah Enam Hektar, didalamnya sudah tumbuh tiga puluh ribu pohon nanas. Sebahagian besar sudah berbuah dan siap dipanen.

Dalam satu indukan nanas yang baik bisa berbuah sampai empat kali. Karena setiap pohon nanas ada dua sampai empat tunas yang muncul, itulah yang akan tumbuh dan berbuah lagi.

Prosopek usaha perkebunan nanas ini sangat baik, permintaan dari karyawan PT Vale sangat tinggi, sehingga dua ribu buah nanas yang dipanen habis terjual ke karyawan PT Vale. Panen berikutnya diperkirakan bisa menghasil buah nanas seberat Satu Ton.

” Harganya sekarang satu kilogram Lima Belas Ribu Rupiah, dalam satu buah nanas beratnya bisa mencapai Tiga sampai Lima Kilogram. ” Ujar Yohanes.

Sejauh ini baru tiga jenis nanas yang ditanam, yaitu Nanas Lokal, Nanas Madu dan Nanas Bogor. Biaya pemeliharaan satu pohon sekitar Dua Puluh Ribu Rupiah. ” Jadi jika berat satu buah Nanas Empat Kilo Gram, maka keuntungan per buah sekitar Empat Puluh Ribu Rupiah. Untuk permulaan ini, kami baru menghasilkan Sepuluh Juta Rupiah sekali panen. Panen berikutnya bisa berkali lipat karena kualitas buah sangat bagus dan banyak. ” Ungkap Yohanes.

Mimpi terindah mereka adalah mengubah buah nanas tersebut menjadi berbagai produk turunan. Sehingga nilai jualnya bisa lebih tinggi. Untuk itu dalam waktu dekat ini akan diproduksi selai nanas, dodol nanas, keripik nanas, manisan dan sirup nanas. Yang akan menjadi produk andalan nantinya adalah dodol nanas karena sudah disimulasikan berhasil dengan baik, enak, punya cita rasa tersendiri. Pastinya belum ada pesaing, karena belum ada daerah yang membuat dodol dari nanas.

Rimal Manuk Allo kepala Desa Tabarano, menjelaskan, lewat program agrowisata perkebunan nanas ini ia bertekat akan menjadikan desa Tabarano menjadi mandiri. Berdaya saing, berbudaya, dan berkualitas.

” Akhirnya saya harus mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Vale yang sudah banyak membantu memberikan pendampingan dan fasilitas, sehingga di tanah miring seluas enam hektar ini sudah ditumbuhi pohon nanas. Berkat pendampingan dari PT Vale pula, secara bertahap sudah merubah mindset warga Desa Tabarano untuk hidup lebih bermanfaat, punya daya saing untuk kebahagiaan masa depan kita sendiri. ” Tutupnya.

( son/***)

Baca Lainnya

Potret Kelam Dunia Pendidikan, Niat untuk Belajar Safety Riding Ratusan Siswa Mendapat Intimidasi Aliansi Petani Loeha Raya

13 Februari 2026 - 09:44 WITA

Dorong Literasi Bagi Generasi Muda, PT Vale Edukasi Siswa di Morowali Kelola Sampah Secara Bijak Pada Peringatan HPSN

13 Februari 2026 - 02:31 WITA

Dorong Keterbukaan Informasi, PT Vale Beberkan Komitmen Keberlanjutan di Hadapan Pemerintah Desa dan Kecamatan di Area Pemberdayaan Morowali

12 Februari 2026 - 04:04 WITA

Trending di BERITA