Menu

Otomatis
Breaking News

BERITA

Dorong Literasi Bagi Generasi Muda, PT Vale Edukasi Siswa di Morowali Kelola Sampah Secara Bijak Pada Peringatan HPSN

Dorong Literasi Bagi Generasi Muda, PT Vale Edukasi Siswa di Morowali Kelola Sampah Secara Bijak Pada Peringatan HPSN Perbesar

PT Vale Indonesia Tbk bersama holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menggandeng dua sekolah menengah pertama di Kabupaten Morowali dalam program bertajuk “Vale Goes to School”. Kegiatan yang berlangsung pada 10 hingga 11 Februari 2026 ini menyasar SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur sebagai bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Inisiatif tersebut dirancang untuk menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks seiring bertambahnya populasi dan pesatnya aktivitas industri di wilayah setempat, dengan menjadikan sekolah sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Dalam program tersebut, para pelajar tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga diajak mengunjungi fasilitas TPS3R Onepute Jaya yang merupakan hasil kolaborasi PT Vale dengan pengelola LPM Valone Jaya. Di lokasi ini, para siswa mengamati langsung proses pemilahan sampah yang dikategorikan menjadi organik, anorganik, dan residu. Penyampaian materi dilakukan melalui metode visual, peragaan langsung, serta dialog interaktif agar lebih mudah dipahami para siswa. Fokus utama pembelajaran diarahkan pada pemahaman bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan membuangnya pada tempat yang tersedia, melainkan memerlukan tahapan pemilahan, pengolahan, serta peran aktif setiap individu dalam mengurangi volume limbah. Dampak negatif sampah terhadap ekosistem dan makhluk hidup juga menjadi bagian penting dari sesi edukasi ini.

Puncak pengalaman yang paling berkesan bagi para pelajar adalah praktik mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat untuk kesuburan tanah. Adapun limbah anorganik seperti plastik, kertas, dan logam yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan untuk selanjutnya menjalani proses daur ulang. Antusiasme para siswa semakin meningkat ketika diperkenalkan dengan budidaya maggot, teknik penguraian sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) yang dinilai efektif mempercepat proses dekomposisi sekaligus menghasilkan maggot bernilai jual sebagai pakan ternak. Konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) juga dijelaskan secara menyeluruh agar siswa memahami konsekuensi jangka panjang apabila sampah dibiarkan menumpuk tanpa penanganan yang tepat.

Suasana pembelajaran semakin semarak dengan hadirnya permainan kompetitif berupa lomba memilah sampah. Para siswa ditantang untuk mengelompokkan beragam jenis limbah secara tepat dalam batas waktu tertentu. Permainan ini sengaja dikemas tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi sarana memastikan pemahaman materi benar-benar melekat dalam ingatan siswa. Dengan pendekatan yang menggembirakan ini, diharapkan pengetahuan tentang pemilahan sampah dapat diterapkan dalam rutinitas harian para pelajar.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Kepala Sekolah SMPN 2 Bahodopi, Misdar, yang menyampaikan terima kasih kepada PT Vale. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam memahami tata cara pengelolaan sampah serta memperjelas perbedaan antara sampah organik dan anorganik. Senada dengan itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan, berpendapat bahwa pengamatan langsung terhadap proses pengolahan sampah telah menumbuhkan kepedulian yang lebih mendalam di kalangan murid-muridnya.

Nur Rasyidah Lacinu, Environment Engineer yang mewakili manajemen PT Vale Indonesia, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung pendidikan lingkungan, ekonomi sirkular, serta pemberdayaan komunitas. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab kolektif, sehingga perusahaan berkomitmen membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesadaran yang memadai. Melalui peringatan HPSN, perusahaan berupaya memperkuat edukasi langsung kepada para pelajar sebagai fondasi awal perubahan perilaku. Ke depan, PT Vale berharap kegiatan serupa dapat memicu lahirnya inisiatif-inisiatif baru di lingkungan sekolah seperti pendirian bank sampah, pembentukan kelompok peduli lingkungan, hingga program pengelolaan sampah yang melibatkan murid dan warga sekitar. Perusahaan meyakini transformasi mendasar harus bermula dari institusi pendidikan sebagai pusat pembelajaran, kemudian menyebar ke lingkungan rumah dan masyarakat luas. Dengan bekal pengetahuan teoretis dan pengalaman lapangan yang telah diperoleh, para siswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan yang menginspirasi keluarga, teman sebaya, serta komunitas dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sidang Awal Gugatan Petani Laoli Rampung, Pemkab Luwu Timur Ajukan Intervensi

21 Sep 2026 - 13:24 WITA

Sidang Awal Gugatan Petani Laoli Rampung, Pemkab Luwu Timur Ajukan Intervensi

Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, PT Vale Dukung TNI Patonro Run

20 Sep 2026 - 13:04 WITA

Lestarikan Budaya Lokal Lewat Olahraga, PT Vale Dukung TNI Patonro Run

Investasi Pada Pendidikan, PT Vale Luncurkan Beasiswa Mota’u untuk Generasi Unggul Morowali

18 Sep 2026 - 07:24 WITA

Investasi Pada Pendidikan, PT Vale Luncurkan Beasiswa Mota’u untuk Generasi Unggul Morowali
Trending di BERITA