Menu

Mode Gelap
Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP

BERITA

Mangrove Dan Terumbu Karang Untuk Generasi Mendatang ,Wujud Nyata Komitmen Lingkungan PT Vale


					Mangrove Dan Terumbu Karang Untuk Generasi Mendatang ,Wujud Nyata Komitmen Lingkungan PT Vale Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, Di banyak belahan dunia, 26 Juli diperingati sebagai Hari Mangrove Sedunia. Di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, peringatan itu ditandai dengan aksi nyata dengan menanam ribuan bibit mangrove di sepanjang pesisir Teluk Bone, tepatnya di Pantai Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili.

Kegiatan ini diinisiasi PT Vale Indonesia,Sorowako sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-57 perusahaan. Tidak hanya di darat, aksi pelestarian juga merambah ke laut. Bersama aktivis lingkungan dan prajurit TNI Angkatan Laut, PT Vale melakukan transplantasi terumbu karang di kedalaman 5–10 meter di sekitar Tanjung Parasulu, tak jauh dari Pulau Legenda Bulu Poloe.

Mereka yang hadir di antaranya Plt. Presiden Direktur PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Brigjen TNI (Mar) Wahyudi, Asisten II Pemkab Luwu Timur Masdin yang mewakili bupati, Forkopimda, serta komunitas pecinta lingkungan.

Sebagai perusahaan tambang nikel, PT Vale menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan lingkungan, baik di daratan, pesisir, maupun laut. “Gerakan ini mungkin kecil, tapi dampaknya besar. Bagi kami, ini amal jariyah,” ujar Wakil Presiden Direktur dan Chief Operations & Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar.

Ia menjelaskan, PT Vale menanam sekitar 2.000 pohon mangrove di pesisir Teluk Bone. Program serupa rutin dilakukan setiap tahun, sejalan dengan komitmen perusahaan mewujudkan praktik tambang berkelanjutan. “Selain di laut, kami juga konsisten mereklamasi lahan bekas tambang maupun lahan rusak akibat pembalakan liar,” katanya.

Pentingnya rehabilitasi mangrove di Luwu Timur tidak lepas dari kondisi pesisir yang kian tergerus. Berdasarkan data Pemkab Luwu Timur, garis pantai sepanjang 117 kilometer dari Burau hingga Malili, sebagian besar mengalami kerusakan akibat penebangan mangrove dan alih fungsi lahan menjadi tambak tanpa rehabilitasi.

Kerusakan itu berimbas langsung pada masyarakat. Abrasi merusak tambak, rumah, bahkan jalan desa di Burau. “Banyak mangrove ditebang untuk tiang rumah dan tambak. Padahal fungsinya sangat penting,” kata Aksan, warga Pasi-Pasi.

Selain mangrove, laut Teluk Bone juga menjadi perhatian. Transplantasi terumbu karang di kawasan Bulu Poloe menjadi langkah penting memulihkan ekosistem yang rusak akibat bom ikan dan pukat trawl.

Madras Ambasong, aktivis lingkungan bawah laut, mengungkapkan kerusakan di kawasan itu cukup parah. “Dulu nyaris terjadi pertumpahan darah. Nelayan lokal mengusir nelayan luar yang pakai pukat harimau. Itu sekitar 2010 ,” ujarnya.

Situasi mulai membaik setelah TNI AL aktif menjaga perairan. Bersama PT Vale dan komunitas lingkungan, mereka melakukan pemulihan sejak 2015. “Saya pernah menyelam melihat hasilnya. Bunga karang tumbuh baik, ikan kembali, bahkan untuk pertama kalinya dugong terlihat bermain di situ. Itu tanda ekosistem mulai pulih,” kata Madras.

Brigjen TNI (Mar) Wahyudi menegaskan, menjaga laut adalah tugas utama TNI AL. “Kolaborasi ini penting. Transplantasi terumbu karang akan membuat habitat ikan berkembang kembali. Kami juga mendukung program apartemen ikan yang dicanangkan Gubernur Sulsel,” ujarnya. Ia menambahkan, reklamasi lahan oleh PT Vale juga menunjukkan hasil yang baik.

Pemerintah Luwu Timur menyambut positif langkah ini. “Terima kasih kepada PT Vale. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut tiap tahun. Mangrove dan terumbu karang adalah benteng alam sekaligus penopang ekonomi pesisir,” kata Masdin, Asisten II Pemkab Luwu Timur.

Bagi masyarakat Luwu Timur, peringatan Hari Mangrove Sedunia 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingatkan betapa pentingnya menjaga warisan alam bagi generasi mendatang. Hutan mangrove yang kembali menghijau dan terumbu karang yang pulih, pada akhirnya bukan hanya menyelamatkan ekosistem, tetapi juga masa depan manusia. (Son/***)

Baca Lainnya

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Trending di BERITA