Kabupaten Luwu Timur akhirnya resmi masuk dalam daftar penerima program pembangunan 100 gudang logistik dari Perum Bulog untuk tahun anggaran 2026. Kepastian ini diumumkan langsung oleh Ketua Komisi Dua DPRD Luwu Timur, Sukasman, yang juga kader PDIP, kepada wartawan pada Rabu (25/02/2026). Keberhasilan ini merupakan hasil lobi intensif saat rombongan pimpinan dewan melakukan kunjungan audiensi ke kantor pusat Bulog di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuan itu, awalnya pihak Bulog menyatakan seluruh kuota untuk seratus daerah prioritas telah habis terisi. Namun Sukasman terus mendesak dengan menyodorkan sejumlah argumen strategis, terutama berkaitan dengan luasnya hamparan sawah di daerahnya dan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan. Bahkan ia sempat mengusulkan agar alokasi dari daerah yang lahannya belum siap dapat dialihkan kepada Luwu Timur.
Usulan tersebut rupanya mendapat respons positif dari jajaran direksi Bulog. Tidak lama berselang, konfirmasi resmi pun keluar: Luwu Timur dinyatakan lolos sebagai salah satu wilayah sasaran program gudang logistik tersebut. Kesuksesan ini tidak lepas dari potensi pertanian Luwu Timur yang dinilai sangat besar dan mampu menjadi lumbung pangan regional.
Pemerintah daerah telah menyiapkan dua titik lokasi untuk proyek ini, yaitu di Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, dan Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana. Kedua kawasan tersebut dianggap layak karena berada di dataran tinggi serta relatif aman dari ancaman banjir. Kendati demikian, Sukasman menekankan bahwa keputusan final tetap menunggu hasil survei tim teknis Perum Bulog yang akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelayakan konstruksi di kedua lokasi tersebut.
Program nasional ini digadang-gadang sebagai solusi atas persoalan logistik pangan dengan total investasi mencapai Rp5 triliun. Anggaran sebesar itu akan dialokasikan untuk membangun silo dan fasilitas pengering modern di sentra-sentra produksi padi serta kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Seluruh gudang ditargetkan beroperasi sebelum musim panen raya 2026 tiba, sehingga hasil panen petani bisa terserap secara maksimal.
Secara umum, pembangunan infrastruktur ini bertujuan mengatasi kelangkaan gudang penyimpanan, meningkatkan daya serap gabah, beras, dan jagung petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Bagi petani Luwu Timur, kepastian ini menjadi kabar yang sangat dinantikan. Selama ini keterbatasan fasilitas penyimpanan kerap membuat harga gabah jatuh saat panen raya, dan para tengkulak kerap memanfaatkan kondisi tersebut untuk menekan harga. Dengan hadirnya gudang modern milik Bulog, diharapkan rantai distribusi berjalan lebih adil dan kesejahteraan petani meningkat.








