Luwu Timur – Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Ober Datte, mengapresiasi langkah sigap PT Vale Indonesia menyusul insiden amblesnya jembatan gate satu yang menjadi penghubung kawasan pemukiman warga dengan Bandara Sorowako. Pimpinan legislatif daerah itu menyampaikan ucapan terima kasihnya karena perusahaan tambang dinilai bergerak cepat menyiapkan akses pengganti. Dalam hitungan jam, jalur darurat yang dibangun tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga aktivitas harian masyarakat dan operasional perusahaan tidak sampai lumpuh total.
Ober Datte mengungkapkan, begitu menerima laporan kejadian pada pagi hari, dirinya langsung berkomunikasi dengan manajemen PT Vale untuk meminta langkah antisipasi segera dilakukan. Ia merasa lega karena sebelum sore tiba, jalan alternatif yang tengah digarap telah mampu digunakan kendaraan. Menurutnya, kecepatan respons tersebut berhasil mencegah warga Sorowako dari potensi terisolasi lantaran akses transportasi sempat terputus. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (08/02/2026) itu menjadi bukti kesigapan perusahaan dalam menghadapi situasi darurat.
Dari hasil pemantauan langsung yang dilakukan oleh Ober Datte, setelah jalur pengganti difungsikan, warga dan karyawan perusahaan kembali dapat menjalankan rutinitas seperti biasa. Kendati demikian, ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat melintas. Hal ini mengingat jalur tersebut berada di dalam kawasan konsesi pertambangan milik PT Vale yang memiliki karakteristik medan tertentu serta lalu lintas kendaraan berat yang cukup ramai.
Sementara itu, Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, saat dihubungi membenarkan bahwa akses darurat yang dikerjakan sudah beroperasi untuk kendaraan roda empat. Pengerjaan jalan alternatif dimulai pukul 09.00 Wita dan secara mengejutkan, pada pukul 17.30 Wita di hari yang sama, jalur tersebut sudah resmi dapat dilewati. Yusri menjelaskan bahwa meski akses ini sudah digunakan, pihaknya tetap memberlakukan sistem buka-tutup secara berkala untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Yusri Yunus juga memaparkan bahwa perbaikan permanen terhadap jembatan yang ambles diprediksi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebagai langkah antisipasi, perusahaan berencana mengembangkan jalan alternatif tersebut menjadi dua jalur dengan permukaan beraspal demi meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Di akhir keterangannya, ia menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh warga Kabupaten Luwu Timur yang terdampak atas ketidaknyamanan selama masa transisi ini.








