Kebakaran hebat meluluhlantakkan kediaman seorang pendeta beserta istri tercintanya, Juwita, di wilayah Desa Libukang Mandiri, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Insiden yang mengagetkan warga tersebut terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 24.00 Wita, ketika suasana kampung sedang hening dan mayoritas penduduk tengah terlelap. Berkat kewaspadaan yang muncul tepat waktu, pasangan suami istri ini berhasil keluar dari rumah dalam keadaan selamat tanpa mengalami cedera, meskipun api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian bangunan.
Lokasi rumah yang berada tepat di sisi Jalan Poros Desa Libukang Mandiri menjadi saksi bisu betapa cepatnya si jago merah menjalar. Warga yang terbangun akibat hiruk-pikuk di lokasi kejadian sempat berupaya memberikan pertolongan darurat, namun usaha mereka tidak membuahkan hasil karena kobaran api sudah terlalu besar. Seluruh bangunan akhirnya rata dengan tanah, dan semua barang berharga milik keluarga tersebut hangus menjadi abu. Hingga berita ini diturunkan, penyebab utama munculnya api masih belum diketahui dan tengah diselidiki oleh tim yang berwenang.
Meskipun peristiwa tragis ini tidak menelan korban jiwa maupun luka bakar, kerugian material yang dialami sangatlah signifikan karena tidak ada satu pun isi rumah yang dapat diselamatkan dari amukan bara api. Kini, di tengah kesedihan yang mendalam, keluarga korban sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari berbagai kalangan. Uluran tangan, sekecil apa pun bentuknya, tentu akan sangat berarti untuk membantu meringankan beban hidup mereka dalam menghadapi masa-masa sulit setelah kejadian memilukan ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan bahaya laten kebakaran, terutama saat rumah dalam keadaan sepi atau ketika seluruh penghuni sedang tertidur pulas. Kewaspadaan terhadap potensi sumber api, seperti kompor, listrik, dan peralatan elektronik, perlu ditingkatkan guna mencegah terjadinya musibah serupa di kemudian hari.








