Luwu Timur, sebuah daerah yang kental dengan denyut politik, kembali menjadi sorotan jelang pesta demokrasi 2029. Meski dihiasi beragam ujian organisasi, keyakinan akan kekuatan kebersamaan di dalam tubuh partai diyakini menjadi tameng utama bagi para kader dalam menghadapi setiap hambatan. Fraksi PDI Perjuangan di DPRD setempat menegaskan bahwa keharmonisan di antara para legislator bukanlah sekadar wacana, melainkan sebuah kenyataan yang telah terpelihara sejak lama. Muhammad Nur, yang memimpin fraksi tersebut, pada Sabtu (28/2/2026) mengutarakan bahwa soliditas ini erat kaitannya dengan sosok pemimpin yang pandai mengayomi seluruh lapisan. Ia memberi contoh bagaimana setiap arahan dari Ober Datte selaku Ketua DPRD Luwu Timur disambut dengan ketaatan penuh oleh para kader fraksinya, sehingga celah untuk terjadinya perpecahan atau gejolak politik internal nyaris tidak pernah ada.
Kesiapan partai untuk menjalani verifikasi faktual sebagai kontestan pemilu mendatang pun telah dipastikan oleh jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Luwu Timur. Muhammad Nur menambahkan bahwa seluruh prasyarat administrasi dan kelengkapan organisasi telah disusun secara saksama untuk dilalui dalam proses tersebut. Sementara itu, Ober Datte yang merangkap sebagai Ketua DPRD setempat mengungkapkan prioritas utamanya untuk masa depan. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kepentingan masyarakat kecil atau yang kerap disebut wong cilik, dengan menilai bahwa program-program yang telah berjalan selama ini telah menyentuh langsung hajat hidup rakyat, khususnya di bidang pertanian. Ia berjanji akan terus menambah dan memperluas jangkauan bantuan serupa di periode yang akan datang.
Pernyataan lain disampaikan oleh Mahading yang menyoroti situasi kader partai saat ini. Dalam forum pleno tersebut, ia mengakui bahwa seluruh kader PDIP sedang dihadapkan pada serangkaian cobaan yang tidak mudah. Kendati demikian, ia optimistis bahwa dengan kebersamaan yang telah teruji, semua tantangan tersebut mampu dilalui dengan capaian yang membanggakan. Ia pun mengingatkan bahwa keberadaan partai selama ini adalah buah dari kegigihan serta keuletan para kader di lapangan, sebuah dedikasi yang harus senantiasa dipupuk dan diwariskan kepada generasi penerus. Menyoal rencana pemilihan kepala daerah, ia menyampaikan pandangan pribadinya yang kurang sependapat dengan skema pemilihan melalui parlemen. Namun, ia menegaskan sikapnya untuk tunduk dan mengikuti apabila negara telah mengambil keputusan final perihal mekanisme tersebut, sebagaimana layaknya seorang kader partai dan warga negara yang baik.
Kabar menggembirakan di sektor pertanian datang dari Andi Surono, anggota DPRD Luwu Timur. Ia melaporkan bahwa bantuan pertanian yang digagas oleh pimpinan DPRD telah diterima oleh para petani dan mulai diaplikasikan di lapangan. Salah satu terobosan yang diunggulkan adalah bibit padi super dengan jenis MSP 65 yang dinilai sukses dan tengah disalurkan secara berkelanjutan kepada petani. Selain itu, ia mengabarkan bahwa pihaknya sedang memproduksi pupuk organik secara mandiri yang akan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Menariknya, ia juga membagikan informasi bahwa Perum Bulog telah menetapkan Kabupaten Luwu Timur sebagai satu dari seratus wilayah prioritas untuk pembangunan gudang penyerapan gabah. Capaian ini disebutnya sebagai buah dari lobi yang gencar dilakukan oleh Komisi Dua DPRD setempat, dengan tokoh bernama Sukasman sebagai penggeraknya. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis guna memastikan tersedianya infrastruktur pasca-panen bagi para petani di kawasan tersebut.








