Menu

Mode Gelap
Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina

BERITA

Cukup Lama Berproses, Polres Lutim Akhirnya Tetapkan Arlan Tersangka Tindak Penipuan


					Cukup Lama Berproses, Polres Lutim Akhirnya Tetapkan Arlan Tersangka Tindak Penipuan Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Seorang warga Towuti kabupaten Luwu Timur, Arlan, ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan. Tersangka Arlan berprofesi sebagai rekanan atau kontraktor di Luwu Timur.

Kasus ini bermula dari laporan seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Ratna ke Polres Luwu Timur pada 2023 lalu. Menurut Ratna, pada 2021 suaminya, Iksan memodali suatu proyek di Pemeritah daerah setempat yang dimenangkan Arlan. “ jadi saat itu (tahun 2021) yang bersangkutan Arlan meminjam uang senilai Rp 280 juta untuk mendanai pekerjaan atau proyek yang dimenangkan,” tutur Ratna dalam laporannya.

Dana pinjaman ini rencananya akan dikembalikan setelah pekerjaan atau proyek yang dimenangkan Arlan selesai. Namun dua tahun berlalu, dana pinjaman tersebut tak kunjung dikembalikan.

Merasa dananya telah digelapkan, Ratna melayangkan laporan ke Polres Luwu Timur pada 2023. Sejak saat itu kasus penipuan dan penggelapan inipun bergulir di Polres Luwu Timur.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, AKP Jody Dharma, kepada wartawan, Sabtu (18/04/2026) membenarkan laporan Ratna. “ Terlapor (Arlan) sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2026 lalu dan dikenakan dengan pasal 378 KUHP dengan ancama 4 tahun penjara.” kata Jody via telepon selularnya.

Sementara itu korban Ratna berharap dananya senilai Rp 280 juta dapat dikembalikan Arlan. “ Sudah terlalu kami berikan kesempatan dan menunggu itikad baik saudara Arlan mengembalikan dana yang kami pinjamkan namun sampai saat ini belum ditunaikan,” imbuh Ratna.( Oks/***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA