PT Vale mencatatkan keberhasilan nyata dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pertumbuhan 153 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan di Kabupaten Luwu Timur. Capaian tersebut mendapat pengakuan resmi dalam gelaran Learning dan Excellence Awards 2026 yang berlangsung di Sorowako pada Rabu (17/05/2026). Ajang ini dirancang bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan pemacu kreativitas bagi para pengusaha kecil untuk terus mengasah kompetensi, baik dari sisi mutu barang maupun daya tarik kemasan.
Endra Kusuma, Director of External Relations dan Corporate Affairs di PT Vale, mengungkapkan bahwa apresiasi yang diberikan kepada para pelaku usaha ini diharapkan dapat menggugah semangat mereka untuk terus belajar dan berinovasi. Ia menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendorong otonomi ekonomi warga lewat tata kelola bisnis yang sehat, sehingga usaha mikro tersebut dapat menjadi penyangga utama ekonomi masyarakat. Ia juga mengamati bahwa setiap pengusaha binaan menunjukkan bakat luar biasa dan antusiasme tinggi dalam mengembangkan bisnisnya, yang tampak dari pembaruan desain produk dan peningkatan kualitas barang yang dipasarkan.
Dalam kesempatan itu, Endra Kusuma juga memastikan bahwa semua produk UMKM binaan telah sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan penganugerahan tersebut adalah salah satu langkah strategis perusahaan untuk memberikan pengakuan publik terhadap perjuangan para pelaku usaha. Dengan adanya penghormatan ini, mereka diharapkan terpacu untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis melalui ide-ide segar, pengelolaan yang lebih rapi, dan kepedulian terhadap lingkungan akibat aktivitas produksi mereka.
Para penerima penghargaan berasal dari empat wilayah pendampingan, yaitu Malili, Wasuponda, Nuha, dan Towuti. Kategori yang diberikan pun beragam, mulai dari inovasi usaha, adopsi teknologi digital, hingga kemandirian dalam menjalankan roda bisnis. Melalui intervensi langsung perusahaan, praktik industri pertambangan yang berkelanjutan ini membuktikan bahwa penguatan ekonomi komunitas di sekitar lokasi operasi mampu berjalan beriringan dengan aktivitas sektor ekstraktif.








