Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Advokat Luwu Raya Siap Berikan Bantuan Hukum Jika Ada Pendemo Yang Di Tahan Gara – Gara Menuntut Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Advokat Luwu Raya Siap Berikan Bantuan Hukum Jika Ada Pendemo Yang Di Tahan Gara – Gara Menuntut Pemekaran Provinsi Luwu Raya Perbesar

Palopo – Solidaritas dari kalangan profesi hukum di Tana Luwu mengemuka di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari terakhir. Sejumlah advokat menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan warga sipil, yang berisiko ditangkap aparat saat menyampaikan aspirasi mengenai rencana pemekaran wilayah.

Agus Melas, advokat senior yang dikenal luas di kancah hukum Tana Luwu, mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejawat telah bersepakat untuk bersiaga. Kesepakatan tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan panjang masyarakat yang menginginkan pemisahan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan serta realisasi Provinsi Luwu Raya yang turut mencakup pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Ia menegaskan pada Senin (26/01/2026), bahwa apabila ada demonstran yang menghadapi proses hukum, tim advokat telah siap untuk turun tangan memberikan bantuan.

Menurut Agus, sebagai bagian dari wija to luwu, dukungan penuh diberikan terhadap gerakan yang digerakkan oleh mahasiswa dan elemen sipil tersebut. Ia berpendapat bahwa profesi advokat merupakan panggilan moral untuk berdiri di barisan terdepan dalam melindungi hak-hak warga yang sedang berjuang. Agus juga menyatakan, jika ada peserta aksi yang diamankan petugas keamanan, maka bantuan hukum akan langsung diberikan tanpa perlu menunggu adanya permintaan terlebih dahulu.

Dalam beberapa hari ini, Agus mengaku terus mencermati jalannya demonstrasi yang sempat memicu terhentinya aktivitas di jalur trans Sulawesi. Ia menilai aksi penghadangan jalan oleh pendukung pemekaran ini memunculkan beragam reaksi dari publik. Sebagian kalangan memberikan dukungan, tetapi tidak sedikit pula yang menyampaikan keberatan atas terganggunya akses transportasi tersebut. Terkait hal ini, Agus mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak sampai menimbulkan perpecahan, melainkan harus dihadapi dengan sikap yang arif dan bijaksana oleh semua pihak.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan penghargaan terhadap kinerja aparat keamanan yang bertugas di wilayah Luwu Raya. Ia menilai petugas telah bersikap humanis dan menghindari tindakan represif sehingga serangkaian aksi berjalan dengan aman dan terkendali. Tidak adanya bentrokan maupun kericuhan selama demonstrasi menjadi indikasi bahwa pengamanan dilakukan secara profesional dan penuh kesantunan.

Pada akhir pernyataannya, Agus menyampaikan harapan besar agar cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat terwujud dalam waktu dekat. Ia berharap para tokoh elit yang berasal dari Tana Luwu mampu meyakinkan pemerintah pusat tentang urgensi pemekaran ini. Dengan demikian, wilayah yang telah lama diperjuangkan dapat segera menjadi kenyataan dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

24 Sep 2026 - 11:57 WITA

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya
Trending di BERITA