OKSON,LUWU TIMUR,- Rumpun Mangade Tomagi meminta Pemerintah daerah Luwu Timur menghentikan semua aktivitas PT IHIP di lahan Mangade Tomagi.
Ini disampaikan Arfah Syam perwakilan rumpun keluarga Mangade Tomagi saat memenuhi undangan Pemerintah daerah untuk berdialog terkait sengketa lahan Mangade Tomagi yang secara sepihak dikuasai Pemda Lutim, di ruang rapat Sekda Luwu Timur. Kamis ( 15/10/2026).
Pertemuan ini dipimpin Muhammad Said Kepala Badan Pendapatan Daerah Luwu Timur, di dampingi Pejabat Fungsional bagian Hukum Zulkifli, Kabag Pemerintahan Andi Reza dan kabid Aset Syamsul Risal.
Menurut Arfah, dialog dalam suasana kekeluargaan seperti ini sudah lama mereka tunggu, tapi pemerintah daerah yang selalu mengkhianati sampai terjadilah gesekan dilapangan pada 29 April 2026 lalu.
Sebagai anak cucu rumpun Mangade Tomagi, kami tetap mempertahankan hak kami atas lahan tersebut. Karena kami memiliki dokumen yang sah, sisa menunggu moment yang tepat dokumen yang tidak pernah kami buka ke publik ini akan dibuka juga.
” Dulu kami menunggu dialog seperti ini tapi yang datang Satpol PP melakukan penggusuran secara paksa. ” Ujar Arfah.
Saat ini lahan – lahan yang dikelola rumpun keluarga Mangade Tomagi sudah disapu bersih alat berat lewat aktivitas land clearing. Dan saya kata Arfah sudah turun ke lokasi meminta PT IHIP menghentikan kegiatan pembersihan lahan tersebut.
” Di lokasi saya ketemu scurity IHIP meminta kegiatan itu dihentikan, dalih mereka jika ingin menghentikan silahkan berkomunikasi ke Bupati. Kini kami sudah dikantor bupati sudah menyampaikan apa maksud kami ini, sekarang kami semua menunggu apa langkah Pemda . ” Kata Arfah.
Selanjutnya Muchlis, juga rumpun keluarga , dia merasakan cara pemerintah Luwu Timur menangani persoalan lahan di Laoli tidak manusiawi. ” Terus terang saya merasa Pemerintah Luwu Timur ini tidak menganggap kami ada, untuk itu saya tidak panjang lebar cuma minta hentikan aktivitas dilahan rumpun keluarga Mangade Tomagi. ” Ujarnya.
Ancong Taruna Negara, dalam kesempatan yang sama meminta hasil dialog ini secepatnya ditindak lanjuti dengan bupati. ” Makin cepat makin baik karena jangan sampai kami lebih dahulu menerima undangan dari Komisi Tiga DPR RI. Karena persoalan lahan ini sudah sampai di DPRRI. ” Tandas Ancong.
Muhammad Said, dalam kesempatan tersebut meminta maaf bupati dan sekda tidak bisa hadir dalam pertemuan ini. Karena sedang melakukan perjalanan dinas.
Namun maksud yang sudah disampaikan rumpun keluarga Mangade Tomagi secepatnya akan disampaikan ke bupati.
” Kalau sudah tiba di Malili secepatnya saya sampaikan hasil pertemuan ini. ” Ujar Said.
Muhammad Said tetap optimis, tidak ada masalah yang tidak bisa didiskusikan untuk mencari solusi terbaik.
” Mengenai permintaan penghentian land clearing PT IHIP dilahan Mangade Tomagi itu akan kami sampaikan. ” Kata Muh. Said. ( oks/***)








