OKSON, LUWU TIMUR, – Alih – alih ingin menuntaskan 113 progran pokok yang masuk dalam KP1 Pemkab Lutim, Pemerintah Luwu Timur kini lebih tertarik dengan proyek multi years senilai Rp. 800 Miliar.
Anggaran yang sangat jumbo ini katanya untuk membiayai lampu jalan dan infrastruktur jalan.
Kendengarannya bagus, tapi dampaknya sangat tidak adil terhadap program lainnya yang sejatinya lebih penting ketimbang lampu jalan itu. Mestinya bupati Lutim fokus pada penuntasan janji politiknya yang tertuang dalan 113 Progran perioritas yang masuk dalam KP1. Kenapa demikian karena masih banyak yang belum terialisasi.
Di DPRD Lutim, anggaran proyek multi years senilai 800 Miliar ini di bahas tertutup, pembahasannya dimulai sejak Rabu – Kamis 23 Juli 2026. Untuk sementara belum ada hasil. Karena anggota DPRD belum setuju atau menolak proyek multi years tersebut. Menandakan pembahasan tersebut berjalan alot dan fraksi – fraksi terbelah menyikapi anggaran jumbo itu.
Menyikapi hal tersebut Ketua Aliansi Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi ( Aliansi MUAK ) Iskarudin meminta DPRD Luwu Timur menolak proyek multi years tersebut karena tidak penting.
” Kami melihat program multi years itu tidak penting, lebih penting itu Pupuk Gratis Plus, Pembangunan Pabrik dan komoditi unggulan ( Beras dan Merica ), Pembangunan Puskesmas Plus untuk daerah jauh dan terpencil, Pembangunan Rumah Sakit Towuti, Peningkatan Kesejahteraan guru sekolah terpencil, ini semua yang saya sebut sebahagian kecil janji bupati yang sampai saat ini belum terealisasi. Saran saya mending difokuskan pada penuntaskan janji – janji politiknya yang sudah di tuangkan jadi 113 program prioritas. ” Papar Iskaruddin. Kamis (23/7/2026).
Ia menilai program multiyears itu sudah tidak adil sejak dalam pikiran si perencananya. Karena informasi yang dia dapat, 50 Miliar dari 800 Miliar itu untuk lampu jalan, selebihnya infrastruktur jalan.
Sementara di Luwu Timur ini pendapatan daerah setelah tambang adalah sektor pertanian. Dan itu kalau tidak salah hanya dianggarkan sekitar 6 miliar saja. Mestinya pemerintah harus menggenjot sektor pertanian ini agar pertanian Luwu Timur maju dan petani sejahtera.
” Dengan anggaran 800 M itu mestinya pupuk gratis plus itu sudah bisa diwujudkan, bantuan UMKM 50 juta per kelompok itu sudah bisa direalisasikan. Rumah Sakit Towuti dilanjutkan pembangunannya. Terkesan sekarang ini lain dijanji lain pula yang di kerja, ada apa ini. ” Ungkap Iskarudin.
Ia menegaskan tetap mengawal pembahasan proyek multi years tersebut dan meminta DPRD menolak progran tersebut. Anggota dewan harus berkaca dengan pengelolaan keuangan daerah 2025 yang banyak sekali temuannya dan malah ada yang lanjut ke proses hukum. Tutupnya. ( Oks/***)







