Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

Manajemen PT CLM Berharap PWI Berkolaborasi Dukung Investasi Di Luwu Timur

Manajemen PT CLM Berharap PWI Berkolaborasi Dukung Investasi Di Luwu Timur Perbesar

Luwu Timur menjadi sorotan menyusul rencana pengembangan kawasan Malili sebagai pusat investasi baru. Sinergi antara pelaku industri ekstraktif dan insan pers dinilai menjadi fondasi penting untuk menopang stabilitas iklim usaha di wilayah tersebut. Keyakinan itu mengemuka dalam silaturahmi yang digelar di kantor PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Sabtu (25/4/2026), antara manajemen perusahaan dengan kelompok kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Luwu Timur.

Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi Lukman, bersama Kepala Teknik Tambang (KTT) Takdir serta staf bagian eksternal Andi Dodi Manggabarani, menerima langsung kunjungan rombongan yang dipimpin Ketua Pokja Rudiansyah itu. Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah jurnalis, antara lain Rifal, Nasrun Majid, Son Abd Rahim, dan Mardin Dg Marala. Fauzi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan tersebut, seraya menuturkan bahwa PWI merupakan satu-satunya wadah organisasi kewartawanan yang diakui legalitasnya.

Ia mengakui, selama ini pihaknya telah menjalin kemitraan dengan berbagai media, namun kerja sama yang bersifat kelembagaan bersama PWI baru kali ini terjalin. Fauzi berharap hubungan awal ini dapat terus dikembangkan agar berbagai program kolaboratif ke depan bisa dirancang secara lebih matang. Ia menilai keberadaan PWI sangat strategis untuk menjadi penyeimbang dalam arus informasi, khususnya mengarahkan para jurnalis menghasilkan karya yang proporsional serta mencerahkan masyarakat soal industri pertambangan.

Fauzi menambahkan, derasnya minat investasi yang mengarah ke Malili menuntut tersedianya informasi yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, laporan yang sehat dan tidak menyesatkan menjadi prasyarat mutlak agar para calon penanam modal merasa yakin dan aman menempatkan dananya. Ia meragukan investor bakal betah bekerja di daerah yang pemberitaannya tidak dikelola dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, Rudiansyah membenarkan bahwa masih banyak wartawan yang perlu mengasah kemampuan, terutama dalam memahami istilah teknis di dunia pertambangan. Ia menjelaskan, setiap bidang liputan memiliki kekhasan tersendiri, baik itu kriminal, ekonomi, maupun politik. Jurnalis yang sehari-hari berkutat pada isu politik atau hukum, ketika berpindah meliput area tambang, wajib mempelajari beragam hal baru agar tulisannya tidak keliru.

Rudiansyah menyebutkan, lewat program Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diinisiasi PWI, diharapkan jurnalis di lapangan semakin memahami seluk-beluk industri ekstraktif. Dengan bekal pemahaman tersebut, para wartawan akan lebih percaya diri saat menyusun laporan. Ia juga mengingatkan kembali tentang pentingnya asas cover both sides dalam setiap karya jurnalistik.

Ia memberi ilustrasi, apabila muncul tuduhan pencemaran air di sekitar area operasi tambang, maka laporan tak boleh hanya bertumpu pada pengamatan kasatmata. Diperlukan pembuktian saintifik melalui pengujian laboratorium yang merujuk pada standar mutu yang berlaku, demi menyajikan data yang bisa dipegang publik. Rudiansyah lantas memastikan PWI akan menjaga relasi yang konstruktif dengan seluruh perusahaan tambang di Luwu Timur, meski organisasi ini tak punya kewenangan untuk campur tangan pada kebijakan redaksi media masing-masing.

Dia juga mengungkapkan, menjelang konferensi daerah (Konferda) PWI Kabupaten Luwu Timur, pengurus mendapat mandat dari PWI pusat untuk menggelar OKK dalam tenggat tiga bulan. Keharusan ini muncul seiring makin ketatnya persyaratan menjadi anggota PWI dibandingkan periode sebelumnya. Kini, calon ketua PWI wajib mengantongi kartu anggota aktif dan telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sekurang-kurangnya jenjang Madya, sementara pelamar anggota baru tidak memiliki pilihan selain mengikuti OKK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya

24 Sep 2026 - 11:57 WITA

Demo Hari Tani Ditengah Kekosongan Pemerintahan Luwu Timur, Ini Hasilnya
Trending di BERITA