Suasana prihatin menyelimuti jagat maya setelah beredar sebuah video singkat yang merekam kondisi salah satu ruang perawatan di RSUD Ilagaligo Wotu. Dalam rekaman pendek yang tersebar luas tersebut, terlihat jelas jejak noda air yang membekas pada permukaan dinding dan mengalir hingga ke lantai. Sebuah karton tampak sengaja diletakkan untuk menyerap genangan, upaya darurat agar cairan tidak semakin melebar dan mengganggu aktivitas pasien di dalam kamar.
Kegaduhan ini berawal dari unggahan video yang beredar cepat di berbagai grup percakapan WhatsApp. Banyak warganet pun melontarkan kritik tajam, menilai kondisi tersebut sangat timpang dengan eksterior gedung rumah sakit yang tampak kokoh dan berpenampilan menawan. Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi kejadian berada di ruang Mahalona 1, tepatnya pada kamar bernomor 02.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu malam, 11 April 2026, Direktur RSUD Ilagaligo, dr. Irfan, membenarkan adanya kebocoran di ruangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak manajemen sejatinya telah menyiapkan langkah untuk menutup ruangan itu demi melakukan renovasi menyeluruh. Namun, tingginya okupansi pasien yang tengah dirawat, ditambah adanya penolakan dari pasien untuk dirujuk ke tempat lain, memaksa ruangan tersebut untuk sementara tetap dioperasikan.
dr. Irfan mengungkapkan bahwa proses perbaikan baru akan dimulai pada bulan yang sama. Tahap awal yang dijalankan adalah membongkar sebagian struktur bangunan guna menemukan titik akar dari sumber rembesan. Ia berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat rampung dalam waktu sebulan, agar kamar pasien dapat kembali digunakan dalam kondisi yang lebih baik, higienis, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh penghuninya.








