Menu ✖

Otomatis
Breaking News

BERITA

PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan

PT PUL Berupaya Wujudkan Pertambangan Berkelanjutan Perbesar

Operasional pertambangan di kawasan Okon, Kabupaten Luwu Timur, memasuki babak baru setelah PT Prima Utama Lestari (PUL) menggencarkan sejumlah langkah strategis untuk menekan dampak lingkungan. Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap praktik penambangan yang aman dan berkelanjutan, dengan prioritas utama pada keselamatan pekerja serta upaya pelestarian ekosistem di sekitar area kerja. Roslianus Dominikus de Rosari, yang menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang dan kerap disapa Doni, menyampaikan bahwa perubahan ini tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup penguatan hubungan kolaboratif dengan masyarakat setempat.

Doni menjelaskan bahwa salah satu prioritas yang tengah dieksekusi adalah rehabilitasi kolam endapan atau settling pond di blok 3. Kerusakan pada tanggul kolam tersebut dipicu oleh curah hujan yang volumenya jauh melebihi prediksi normal. Berdasarkan catatan historis intensitas hujan dalam kurun lima tahun terakhir, kapasitas kolam yang ada sebelumnya dianggap sudah memenuhi standar. Namun, perubahan pola cuaca yang ekstrem membuat daya tampung tersebut tidak lagi ideal dan akhirnya mengakibatkan tanggul jebol. Insiden ini menjadi momentum bagi manajemen untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengelolaan air di lokasi tambang.

Doni memastikan bahwa proses perbaikan tanggul yang mengalami kerusakan tersebut kini telah selesai dilaksanakan. Sebagai langkah preventif, tim teknis saat ini sedang membangun kantong-kantong penampung air atau poket di sepanjang saluran drainase yang bermuara ke kolam endapan. Rencana pengembangan tidak berhenti sampai di situ, sebab perusahaan berencana menambah tiga unit kolam endapan baru. Dengan demikian, jumlah total kolam akan meningkat dari empat unit menjadi tujuh unit. Penambahan ini dirancang untuk memperkuat sistem sedimentasi agar tetap berfungsi optimal meskipun cuaca buruk melanda.

Di sisi lain, Doni mengungkapkan adanya tantangan geologis yang cukup kompleks di lapangan, yaitu kondisi tanah di sekitar kolam endapan yang bersifat basah dan cenderung berawa. Karakteristik tanah semacam ini mengakibatkan daya serap air menjadi rendah dan menyulitkan proses pemeliharaan. Meski demikian, kondisi tersebut justru dipandang sebagai pemicu bagi tim untuk terus mengembangkan solusi teknis yang inovatif. Doni juga menyampaikan penghargaan yang tulus kepada warga sekitar yang telah berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan. Kontribusi masyarakat dinilai sebagai aset penting yang membantu kelancaran berbagai pekerjaan teknis yang sedang berjalan.

Ke depan, PT PUL bertekad untuk terus memperkuat transparansi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, tidak terkecuali komunitas lokal. Dengan konsistensi dalam melakukan perbaikan serta komunikasi yang terbuka, perusahaan meyakini mampu memenuhi standar kaidah pertambangan yang baik. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan ekosistem di wilayah Okon agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

28 Sep 2026 - 00:47 WITA

Dari Pendampingan hingga Akses Pasar, PT Vale Hadirkan Produk UMKM Binaan di Kriyanusa 2026

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

26 Sep 2026 - 07:50 WITA

Bangun Fire Shelter Pertama di Kecamatan Bungku Timur, PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah

25 Sep 2026 - 01:48 WITA

Petani Laoli Tolak Bansos Pemkab Lutim Karena Logikanya Salah
Trending di BERITA