OKSON, LUWU TIMUR,- Sistem Pertanian di Kabupaten Luwu Timur belum memadai. Masih banyak sektor pendukung yang harus diperbaiki. Buktinya di Desa Lampennai Dusun Sumber nyiur Kecamatan Wotu, petani masih menggunakan sistem irigasi tersier tempo dulu.
Kelemahan irigasi ini membuat distribusi air untuk sawah tidak merata sehingga sawah yang berada paling hilir tidak kebagian air akibatnya padi tidak bisa tumbuh maksimal, target produksi 7-8 ton perhektar hanya bisa dicapai 1 hingga 2 ton saja.
Permasalahan ini terungkap saat Muhammad Nur menggelar Reses Perseorangan di Desa Lampennai Dusun Sumbernyiur.Wotu. Minggu (14 /12/2025).
Lewat temu konstituen ini, warga berharap sistem pertanian yang dianggap ketinggalan zaman ini segera diperbaiki oleh pemerintah Luwu Timur. Dengan membagun irigasi lebih baik lagi sehingga pembagian air untuk lahan sawah cukup.
Selain itu jalan tani juga diharapkan segera dibangun karena jalan yang ada saat ini tidak memadai. Ini demi kelancaran ratusan warga yang hidupnya dari bertani yang membutuhkan akses yang layak.
” Ini usulan yang mendesak, akan saya kawal dan perjuangkan agar bisa masuk dalam APBD. ” Ujar Muhammad Nur.
Selain aspirasi infrastruktur pertanian, banyak juga usulan lainnya yang disampaikan warga dicatat dan akan diperjuangkan agar masuk dalam APBD Luwu Timur sehingga bisa direalisasikan tahun depan.
Dalam temu konstituen itu juga Muhammad Nur yang juga Ketua Fraksi PDIP ini menyampaikan bahwa tahun 2026 ini penerima Lansia hanya bertambah 800 Orang saja. ” Jadi yang tidak terdaftar masuk sebagai penerima ya sabar saja, karena pemerintah hanya mampunya 3800 orang saja. ” Ucap Muhammad Nur.
Terkait program Beasiswa bagi mahasiswa, ia mengakui banyak mahasiswa Luwu Timur yang tidak mendapatkan manfaat program tersebut. Untuk itu DPRD akan membicarakan hal ini kepada pemerintah Luwu Timur untuk membuat program Bantuan Mahasiswa.
” Jadi Kalau Beasiswa itu bantuan untuk mahasiswa berprestasi dan kalau bantuan Mahasiswa itu semua mahasiswa bisa dapat. ” Tutupnya.
Temu konstituen ini dihadiri sekitar dua ratusan warga, menghadirkan sejumlah dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perumahan, Kawasan
Permukiman dan Pertanahan. ( oks/***)
.






