OKSON, LUWU TIMUR, – Ribuan botol pelastik dan sampah lainnya berhasil di evakuasi dari Daerah Aliran Sungai Matompi Kecamatan Towuti lewat sebuah aksi terpuji yang dilakukan Karmapala yang berkolaborasi dengan PT Vale dan warga setempat.
Pembersihan aliran sungai ini untuk memastikan air sungai sudah tidak terkontaminasi minyak lagi sebelum airnya sampai di Danau Towuti.
Demikian kata Nober Maluang salah seorang lingkungan yang tergabung dalam Karmapala Towuti, Senin (8/09/2025).
Menurut Nober Maluang sampah – sampah ini diperkirakan berasal dari pemukiman penduduk yang ginggal di wilayah kota Kecamatan Towuti.
” Mulai dari titik 8 hingga titik 9, selain menemukan sisa – sisa minyak, yang tak kalah banyak yang kita temukan adalah sampah pelastik terutama botol air mineral. Kita tidak sempat menghitungnya, yang jelas volumenya sangat banyak sekali. Sudah bermobil – mobil sampah pelastik ini diangkut PT Vale di bawa ke pengolahan sampah mereka.” Ujar Nober Maluang.

Menurut Nobert, aksi pembersihan aliran Sungai Matompi tembus sampai ke Timampu tujuannya untuk mensterilkan aliran sungai yang sempat terkontaminasi dengan minyak akibat insiden pipa minyak milik PT Vale bocor beberapa waktu lalu.
Sampah – sampah pelastik diperkirakan sudah puluhan tahun menumpuk di aliran sungai yang hampir saja menyumbat aliran air.
” Saya pikir kalau dari kami Karmapala yang tergabung dalam relawan, aksi ini sangat bagus karna di satu sisi ini bagian dari menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah agar sungai tidak tercemar. Hal ini juga menjadi bakti sosial kita terhadap lingkungan.” Ungkapnya.
Pembersihan ini sudah berlangsung berhari – hari, warga dan relawan yang terlibat dalam kegiatan ini difasilitasi PT Vale dengan Pakaian APD. ” Yang mengenakan pakaian putih – putih itu warga yang tergabung dalam relawan, kalau karyawan Vale mengenakan seragam orange. ” Jelas Nobert.
Sejauh ini ada dua tim yang berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan aliran sungai, setiap tim terdiri dari 30 orang dan bergatian setiap hari melakukan pembersihan aliran sungai Matompi.
Hasil pengamatannya, saat ini sudah banyak kemajuan meskipun masih terdapat sisa – sisa minyak yang mengapung itu sudah tidak sebanyak dari yang sebelumnya.
Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, mengaku salut dengan partisipasi warga bersama – sama PT Vale memulihkan kondisi lingkungan setelah terkontaminasi tumpahan minyak.
Ia menilai, dimasa perpanjangan tanggap darurat ini PT Vale, Pemerintah dan relawan lingkungan mampu berkolaborasi dengan baik sehingga proses pemulihan
lingkungan berjalan lancar dengan penuh kekompakan.
” Mungkin baru kali ini daerah aliran sungai Matompi dibersihkan, selain untuk memebersihkan sisa – sisa minyak yang mengapung di permukaan sungai, hal lain yang menarik adalah betapa banyaknya sampah pelastik yang menumpuk di badan sungai. Kedepan setelah sungai ini bersih mari kita jaga bersama aliran sungai ini dengan tidak membuang sampah – sampah rumah tangga kedalam sungai. ” Kata Ober Datte.
Endra Kusuma, Head of External Relation PT Vale Indonesia Tbk. Mengatakan, semangat kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan pemulihan. Selama lima hari terakhir, 60 warga dari Desa Lioka dan Desa Baruga bergabung dalam dua kelompok kerja bergiliran (shift), masing-masing terdiri dari 30 orang, untuk membersihkan sisa minyak di sepanjang sungai.
Pendekatan gotong royong inilah menjadi fondasi pemulihan yang lebih kuat oleh PT Vale. Fokus ke depan adalah mengembalikan ekosistem Towuti sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Komitmen kami adalah menjadikan pemulihan ini lebih dari sekadar reaksi terhadap krisis, tapi sebagai momentum memperkuat solidaritas, transparansi, dan keberlanjutan kehidupan warga Towuti,” tutup Endra
Berdasarkan pendataan Klasifikasi dampak meliputi 42 lahan sawah, 28 kebun, 19 empang, serta 37 kasus berkaitan dengan akses air bersih dan peternakan. Semua data ini menjadi dasar untuk pemetaan kompensasi dan pemulihan berbasis ilmiah.
PT Vale juga membuka diri jika dalam pendataan ini masih ada hal yang terlewatkan untuk disampaikan di posko yang sudah dibuka di Kecamatan Towuti. ( SON/***)






