Menu

Mode Gelap
TJSL PT Vale, Menghidupkan Bumdes Melestarikan Lingkungan Program Cetak Sawah Di Mahalona Raya Tidak Tuntas, Ratusan Hektar Lahan Terlantar Setelah Di Adili di PN Malili, Pemecatan HM. Siddiq BM Dari Nasdem Penuh Kejangalan Dinamika Sosial Jadi Alasan PT HLNI Tunda Sosialisasi Pemisahan Izin Lingkungan DPRD Luwu Timur Dukung Kasus Ambulan Ditangani APH Sudah Tunaikan Kewajibannya, PT Vale Tidak Terkait Lagi Dengan Ambulan CSR

BERITA

Diduga Jadikan Lahan Sengketa Untuk Cetak Sawah Baru, Bakri Oknum Wartawan Di Mahalona Terancam Dipolisikan


					Diduga Jadikan Lahan Sengketa Untuk Cetak Sawah Baru, Bakri Oknum Wartawan Di Mahalona Terancam Dipolisikan Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Seorang Pria berinisial Bakri warga Mahalona terancam akan di polisikan ke penyidik Polres Lutim karena menjadikan lahan sengketa untuk jadi program cetak sawah baru di Mahalona Kecamatan

Towuti.

Informasi dari Niswar, pelaku sudah mengumpulkan KTP warga untuk mendapatkan program cetak sawah baru tersebut.

” Dia sudah mengumpulkan KTP warga, dan dijanjikan setiap warga dapat satu hektar lahan cetak sawah baru, sementara lahan yang dijanjikan kepada warga ini adalah lahan masih berkasus secara hukum, atas kejadian ini yang bersangkutan akan saya laporkan ke polisi sebelum Jadi korban penipuan. ” Ungkap Niswar. Kamis ( 12/06/2025).

Untuk mengatasi jatuhnya korban penipuan ini, Niswar juga sudah melaporkan kasus tersebut ke dinas pertanian agar tidak mengakomodir nama – nama warga yang diusulkan pelaku. ” Saya juga sudah melapor ke Dinas Pertanian, agar tidak melayani nama – nama kelompok tani yang dia usulkan jangan sampai warga juga terbelit masalah hukum. ” Ujarnya.

Lebih parah pelaku Bakri ini mengaku sebagai wartawan dari media Mabes Bharindo media internal Polri. Sementara dalam komposisi keredaksian tidak terdapat nama pelaku.

Abdul Basit Wakil Pimpinan Redaksi Mabes Bharindo dikonfirmasi dengan tegas tidak mengakui Bakri sebagai wartawan Mabes Bharindo.
” Ini media internal Polri kami tidak punya wartawan dimahalona, silahkan saja pak Niswar itu memprosesnya ke ranah hukum. Jadi itu bukan wartawan kami ya. ” Tegas Abdul Basit.

Bakri di konfirmasi mengaku sudah mengusulkan delapan kelompok untuk dengan luas lahan sekitar 800 hektar. Termasuk lahan yang ada di desa Buangin.

” Lahan yang bermasalah tidak masuk pak yang aman – amannya ji. Termasuk lokasi yang bersertifikat ada juga yang tidak. ” Kata Bakri.

Bakri juga mengaku melakukan pendataan untuk program cetak sawah baru ini disuruh ibu Ida perwakilan Kementerian Pertanian yang tinggal di Timampu.

Saat ditanya apa jabatannya ibu Ida tersebut Bakri mengaku sebagai masyarakat biasa saja. Dari ibu Ida itu juga Bakri menyebut jika berhasil dapat sawah baru, warga yang didata ini akan dipungut uang keikhlasan sebesar satu juta rupiah perhektar. Uang itu sebagai pengganti operasionalnya selama mendata. ” Ancar – ancarnya begitu pak, satu juta perhektar. ” Kata Bakri.

Bakri juga bersikukuh kalau dirinya perwakilan Media Barindho dan mengaku ada surat tugasnya. Pimpinannya adalah Jon Hendri mantan Polisi.
. (Son/***)

Baca Lainnya

TJSL PT Vale, Menghidupkan Bumdes Melestarikan Lingkungan

23 Mei 2026 - 03:08 WITA

Program Cetak Sawah Di Mahalona Raya Tidak Tuntas, Ratusan Hektar Lahan Terlantar

22 Mei 2026 - 22:16 WITA

Setelah Di Adili di PN Malili, Pemecatan HM. Siddiq BM Dari Nasdem Penuh Kejangalan

20 Mei 2026 - 22:15 WITA

Trending di BERITA