Menu

Mode Gelap
Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina

BERITA

Ibu – Ibu PKK Di Lutim Dilatih Tangani Bencana Gempa 7,5 Magnetudo


					Ibu – Ibu PKK Di Lutim Dilatih Tangani Bencana Gempa 7,5 Magnetudo Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur menggelar simulasi bencana gempa bumi berskala 7,5 Magnetudo.

Simulasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan keterampilan Kaum ibu dan masyarakat menghadapi bencana gempa bumi di Luwu Timur jika sewaktu – waktu bencana itu datang.

Fasilitator BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Jasman Gani yang hadir dalam simulasi tersebut mengatakan yang paling banyak menjadi korban ketika terjadi gempa adalah kaum perempuan dan anak – anak.

Sebaliknya pula, yang paling banyak melakukan penyelamatan dilokasi bencana juga kaum wanita.

” Maka sangat wajar di Kabupaten Luwu Timur ini PKKnya menggelar simulasi bencana gempa bumi. ” Ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel juga sudah mensimulasikan, Kabupaten Luwu Timur paling rentan dilanda Gempa Bumi.

Semua Kecamatan di Luwu Timur terdampak jika terjadi gempa bumi. Simulasi ini merupakan kesiapan warga agar tanggap dan tangguh menghadapi bencana alam.

Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur Hj. Sufriaty Budiman mengatakan, dalam simulasi ini seluruh pengurus PKK tingkat desa sampai kabupaten dilibatkan.

” Semoga simulasi ini memberikan pengetahuan bagi kaum perempuan apa yang harus dilakukan manakala terjadi gempa bumi berskala besar di Lutim. Yang banyak meninggal saat gempa bumi terjadi bukan gempa itu, melainkan bangunan yang rubuh menimpa warga, jadi di simulasi inilah sudah diajarkan apa tindakan yang dilakukan menghadapi gempa tersebut. ” Ungkap Hj. Sufriaty.

Sekda Luwu Timur Bahri Suli, mewakili Bupati Lutim mengatakan, pemahaman simulasi bencana ini penting untuk lakukan. Bencana alam seperti sangat sulit ditebak kapan dia akan terjadi.

Jika terjadi pasti membuat kita panik, kepanikan inilah membuat banyak jatuh korban. Untuk menekan jumlah korban jiwa dan luka maka warga perlu diberikan pemahaman menghadapi bencana alam.

” Saya harap semuanya bisa mengikuti simulasi ini dengan baik, karena ini bekal pengetahuan kita menghadapi bencana. ” Tutupnya.

Dalam simulasi ini ibu – ibu PKK dilatih untuk lari ketempat aman, kemudian dilatih menangani korban luka dan mengevakuasi warga ke pos kesehatan. ( SON/***)

 

 

 

 

 

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA