Manajemen PT PUL memastikan langkah antisipasi jangka panjang tengah disiapkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah operasionalnya. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT PUL, Roslianus Dominikus, menyampaikan hal tersebut pada Selasa (28/04/2026) menanggapi insiden meluapnya air bercampur lumpur yang sempat mengganggu kelancaran transportasi di ruas jalan poros Malili–Tarengge, tepat di depan kompleks perkantoran perusahaan. Peristiwa itu dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Malili pada Senin sore (27/04/2026). Material lumpur yang terbawa aliran air kemudian masuk ke saluran drainase, namun karena kondisi saluran yang dangkal dan dipenuhi endapan, kapasitasnya tidak mampu menampung debit air sehingga akhirnya tumpah ke permukaan jalan. Roslianus menjelaskan bahwa lumpur yang menutupi aspal sempat menimbulkan kemacetan di lokasi kejadian. Meski demikian, pihak perusahaan bergerak cepat dengan menurunkan tim pembersih segera setelah hujan mereda. Dalam waktu singkat, arus lalu lintas kembali normal dan kondisi jalan perlahan pulih. Saat ini, Tim Lingkungan Hidup (Enviro) PT PUL telah bertugas melakukan pembenahan pada saluran drainase yang menjadi penyebab utama genangan. Sebagai langkah awal, pembersihan saluran tengah dijalankan, dan ke depan perusahaan berencana melakukan normalisasi secara menyeluruh terhadap seluruh sistem drainase di kawasan tersebut. Apabila situasi lapangan mendukung, kapasitas saluran akan ditingkatkan agar lebih maksimal dalam menampung volume air, terutama ketika hujan deras kembali melanda. Roslianus menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen kuat untuk menjamin insiden serupa tidak terulang lagi. Ia menegaskan berbagai upaya rekayasa teknis serta perbaikan infrastruktur akan terus dilaksanakan demi mencegah gangguan, baik terhadap aktivitas pertambangan maupun kenyamanan para pengguna jalan di sekitar area perusahaan.








