Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

PT Vale Paparkan Potensi Investasi Pertambangan Pada Temu Saudagar Tana Luwu


					PT Vale Paparkan Potensi Investasi Pertambangan Pada Temu Saudagar Tana Luwu Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) diwakili Vice President Director, Adriansyah Chaniago memaparkan rekam jejak perusahaan selama 55 tahun beroperasi di Tana Luwu dalam acara Temu Saudagar Tana Luwu di Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur Jalan KI Hajar Dewantara, Puncak Indah, Malili, Senin (22/01/2024) malam.

Acara ini turut dihadiri beberapa kepala daerah yakni Bupati Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Kolaka, Kolaka Utara, Kota Palopo dan Pj Gubernur Sulsel.

Adriansyah mengatakan, selama setengah abad lebih beroperasi PT Vale memanfaatkan sumber daya alam Bumi Batara Guru dengan tiga prinsip yakni, people,planet dan profit. “Dan prinsip ini akan kami bawa juga di dua wilayah operasional kami, yaitu Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan Morowali, Sulawesi Tengah, yang saat ini sedang dalam tahap persiapan atau early work.

Insha Allah akan ada perluasan pabrik di Sulsel juga, tepatnya di wilayah Malili. Total investasi kami hampir mencapai US$ 9 juta,” katanya.

Dia menyampaikan, rekanan investor PT Vale adalah pelaku industri manufaktur ternama di dunia. “Kami bekerjasama dengan investor luar negeri dan juga dengan produsen mobil yang ada di Kolaka, yaitu Ford. Kami terus berupaya untuk menarik investor asing, terutama dari Amerika dan Eropa,” kata Adriansyah.

Adriansyah menjelaskan,, dalam beroperasi PT Vale mengedepankan praktik berkelanjutan yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. “Pada aspek sosial kami paparkan dalam bagaimana kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan bagi para pekerja kami. Life Matters Most, tidak ada yang paling penting kecuali kehidupan,” ungkapnya.

Bupati Luwu Timur Budiman mengatakan, PT Vale Indonesia telah banyak berkontribusi untuk Tana Luwu dan memberikan pendapatan asli daerah yang luar biasa. PT Vale kata dia, bukan hanya mengembangkan sektor pertambangan, namun juga menciptakan inovasi untuk masyarakat di sektor pertanian, pariwisata, perkebunan, dan perikanan. “Kami berharap, para saudagar kita ini bisa berinvestasi juga di Tana Luwu,” ujarnya.

Budiman menyatakan, akan memberikan kemudahan investasi dan dukungan kepada para saudagar agar dapat berkontribusi dalam memajukan ekonomi. “Kita ingin dari pertemuan ini akan muncul ide-ide kreatif dan inovatif yang dapat mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.

Acara Temu Saudagar Tana Luwu digagas oleh Budiman sebagai momentum menguatkan investasi dan perekonomian daerah. Budiman menerangkan, peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-78 dan Hari Jadi Luwu ke-756. Dalam pertemuan ini, Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin melaunching Logo City Branding Kawasan Strategis Kabupaten Lutim Bumi Batara Guru; Sustainable & Harmony.

Menurut Pj Gubernur Bahtiar, semua kepala daerah wajib bisa menguasai peta pembangunan daerah masing-masing dari berbagai sektor. Mulai dari pertanian, peternakan serta pertambangan.

Tiga sektor tersebut merupakan potensi bisnis yang menjanjikan untuk memungkinkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tana Luwu ini.

“Saat ini Indonesia mulai melakukan gerakan menuju Indonesia emas di 2045 mendatang. Untuk meraih Indonesia emas, mulai dari pendapatan rata-rata masyarakat seluruh Indonesia harus Rp12 juta per bulannya,” ungkap Bahtiar.

Khusus Provinsi Sulsel, saat ini rata-rata pendapatan masyarakatnya masih rendah. Kecuali Luwu Timur sudah mencapai Rp7 juta per bulannya. “Rata-rata pendapatan masyarakat Luwu Timur sekarang sudah mencapai Rp7 juta per bulannya,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Bahtiar, investor harus diberi kemudahan agar berlomba-lomba masuk berinvestasi di Tana Luwu dan seluruh daerah di Sulsel, agar bisa mencapai target Indonesia emas di 2045 kelak.

Sektor pertanian harus diperbaiki mulai dari alat pertanian sampai pada menanam komoditi yang lebih kecil biaya dan besar keuntungan seperti pisang cavendish, sukun, durian dan masih banyak lagi. Demikian juga sektor kelautan dan perikanan, hingga pertambangan. “Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kolaka dan Kolaka Utara ini adalah daerah yang sangat potensial di sektor industri pertambangan dan smelter,” tambahnya.

( OKSONSuwarni /***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA