OKSON, LUWU TIMUR, – Salut buat warga Desa Langkea Raya Kecamatan Towuti, mereka secara sadar bergotong royong membersihkan rumput liar yang tumbuh di seputaran Rumah Sakit Towuti.
Upaya ini dilakukan warga menunjukkan kepada publik bahwa mereka sangat membutuhkan rumah sakit tersebut yang kini pembangunannya belum dilanjutkan pemerintah Lutim saat ini.
Gotong royong ini mereka lakukan pada Minggu ( 26/7/2026). Mereka bergantian membabat rerumputan yang mulai menebal di area RS Towuti tersebut.
Warga menyadari bangunan RS Towuti itu adalah aset daerah yang harus dijaga. Namun jika dibiarkan tumbuhan semak menebal di bangunan tersebut, dipastikan rumah sakit itu akan cepat rusak dimakan waktu.
Yusuf salah seorang warga Langkea Raya dikonfirmasi menjelaskan, pembersihan ini dilakukan atas dasar inisiatif sendiri.
” Tidak ada yang perintah, ini murni inisiatif kami saja, setelah melihat pembahasannya ramai di group Porkom Towuti, maka pada pagi Minggu ini kami enam orang secara sukarela membabat rumput dan tumbuhan liar lainnya yang menebal di area bangunan rumah sakit Towuti. ” Ungkap Yusuf.
Lanjut dijelaskannya, disekeliling rumah sakit itu sudah semak semuanya, kami berupaya membersihkannya secara bertahap, dimulai dari area depan dulu. ” Kami kerja sedikit – sedikit dulu, semoga sekelilingnya nanti bisa bersih lagi. ” Ujarnya.
Untuk kondisi bangunan, Yusuf mengatakan pelapon bagian teras rumah sakit sudah lepas semua. ” Mungkin karena faktor terlalu lama terbengkalai sehingga bangunannya mulai ada yang rapuh dimakan waktu. ” Jelasnya.
Iskarudin, Ketua Aliansi Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi ( MUAK ), mengatakan, Kelanjutan Pembangunan Rumah Sakit Towuti ramai lagi dibahas warga pada dua tahun kepemimpinan Ibas karena ia masuk dalam visi misi bupati. Dimana dalam 113 Program Perioritas itu dia berada di nomor 10 sepaket dengan pembangunan Rumah Sakit Malili. Bunyinya : Pembangunan Rumah Sakit Malili dan Towuti.
” Alangkah kelirunnya pemerintah memasukkan Pembangunan Rumah Sakit Towuti dalam Kegiatan Perioritas ( KP.1) jika bangunan itu bermasalah secara hukum. Jadi jangan buat narasi yang seolah – olah justru menjatuhkan kewibawaan pemerintah itu sendiri. ” Ungkap Iskarudin.
Sangat disayangkan jika pembangunan yang sudah memakai anggaran APBD Lutim itu harus jalan ditempat. ” Jika sekarang ada kerusakan itu akibat bangunannya diterlantarkan, pemda harus bertanggung jawab karena itu aset daerah. “Kata Iskarudin.
Rumah sakit itu sangat dibutuhkan warga karena untuk memudahkan pelayanan kesehatan. Karena sangat jauh bagi warga di Towuti jika harus berobat atau dirujuk ke RSUD Ilagaligo Wotu.
” Karena sudah masuk dalam KP1 Pemerintah Luwu Timur saat ini maka jangan marah kalau warga menagih keseriusan pembangunan rumah sakit itu. ” Tutupnya. ( oks/***)







