Sorowako – Memasuki era banjir informasi yang semakin deras, PT Vale justru menempatkan kepercayaan publik sebagai fondasi utama keberlanjutan operasionalnya. Perusahaan pertambangan itu meyakini bahwa legitimasi sosial hanya dapat dibangun melalui praktik keterbukaan yang menyeluruh, termasuk terhadap pihak-pihak yang kerap menyuarakan koreksi. Ketika insiden kebocoran pipa minyak terjadi, manajemen tidak bersikap defensif. Sebaliknya, dialog lintas sektor digelar dengan melibatkan organisasi masyarakat sipil, akademisi, pemerhati lingkungan, dan unsur pemerintahan.
Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, mengemukakan bahwa rangkaian komunikasi tersebut justru menghadirkan solusi yang paling tepat bagi perseroan. Hal itu disampaikannya dalam acara Halalbihalal bersama insan pers Luwu Timur pada Kamis (16/04/2026). Menurut dia, sikap transparan yang konsisten menjadi kunci utama dalam meraih keyakinan, baik dari publik dalam negeri maupun komunitas global. Ia menekankan bahwa setiap perusahaan yang berpegang pada prinsip tambang berkelanjutan wajib memiliki keberanian untuk membuka ruang evaluasi dan pembenahan diri.
Budiawansyah menjelaskan bahwa interaksi dengan lembaga swadaya masyarakat merupakan instrumen efektif untuk mengidentifikasi celah kekurangan di lapangan serta memacu pencapaian target yang lebih ambisius. Dialog yang terbuka juga turut membentuk reputasi perusahaan yang adaptif di mata publik, khususnya dalam memastikan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan komitmen lingkungan berjalan sebagaimana mestinya. Ia pun mengisahkan kekhawatiran yang sempat membayangi internal perusahaan. Banyak pihak mengingatkan bahwa membuka kanal komunikasi dengan NGO dan media hanya akan mengundang sorotan tajam. Bahkan, PT Vale sempat menggelar diskusi dengan Tempo, sebuah media yang dikenal kritis dalam pemberitaannya.
Namun, setelah melalui proses tersebut, segala prasangka itu terbukti keliru. Budiawansyah justru menilai bahwa rekomendasi dari pihak-pihak yang kritis memiliki nilai yang sangat substansial dan patut menjadi bahan pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan. Ia menegaskan bahwa era resistensi terhadap kritik telah berakhir bagi PT Vale. Praktik keterbukaan tersebut pada akhirnya membawa dampak nyata pada tata kelola pertambangan yang lebih akuntabel dan ramah lingkungan. Salah satu capaian yang dipaparkan adalah kesuksesan program reklamasi lahan pascatambang yang mendapat banyak apresiasi. Lahan yang tadinya tandus kini telah dihuni oleh pepohonan lebat yang kembali membentuk kawasan hutan. Satwa liar yang sempat lenyap pun mulai menampakkan diri di habitat aslinya.
Sebuah peristiwa unik pernah terekam ketika PT Vale menerima kunjungan Komisaris Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID), Letnan Jenderal (Purn) Doni Monardo, di Sorowako pada 27-29 Desember 2021. Saat meninjau area reklamasi, Doni tiba-tiba meminta kendaraan yang ditumpanginya berhenti. Ia terpincut mengabadikan momen seekor ular piton yang melingkar di atas dahan. Budiawansyah menuturkan bahwa kejadian tersebut menjadi simbol penting. Kemunculan reptil itu dimaknai sebagai pertanda bahwa rantai makanan di lokasi reklamasi telah kembali terbentuk. Dengan demikian, ekosistem di lahan yang sebelumnya rusak kini telah berfungsi normal layaknya hutan alami.
Adapun kegiatan Halalbihalal yang diselenggarakan PT Vale pada dasarnya bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi dengan rekan-rekan jurnalis yang bertugas di wilayah Luwu Timur. Acara tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai media penyampaian informasi terbaru seputar perkembangan perusahaan.








