Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

ALiansi Masyarakat Luwu Timur Pertanyakan Tim Audit Investigasi Bentukan DPRD Yang Belum Nyata


					ALiansi Masyarakat Luwu Timur Pertanyakan Tim Audit Investigasi Bentukan DPRD Yang Belum Nyata Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Aliansi Masyarakat Luwu Timur mengingatkan anggota DPRD Luwu Timur secepatnya mewujudkan tim audit investigasi menyeluruh terkait sewa lahan kompensasi DAM Karebbe.

Desakan ini disampaikan Jumail Sempo Pemuda Luwu Timur yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Luwu Timur setelah mencermati kondisi lapangan belum ada tanda – tanda DPRD Luwu Timur merealisasikan kesepakatan yang sudah mereka buat tersebut.

” Sudah hampir sebulan ini sejak penyampaian aspirasi lalu di DPRD, saya melihat belum ada kejelasan. Olehnya itu saya mengingatkan lagi para anggota dewan agar tidak pura – pura lupa dengan kesepakatan tersebut. ” Ujar Jumail. Senin (10/11/2025).

Lanjut dikatakannya, keputusan pemerintah Luwu Timur memilih opsi minimal dalam proses sewa lahan tersebut patut dipertanyakan. Karena ternyata ada opsi maksimal.

” Kan begitu yang disampaikan pak Ramadhan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Luwu Timur. Ada opsi maksimal dan ada juga opsi minimal. Kenapa pilih yang minimal, lucu juga ini, ” jangan sampai ada yang masuk angin disini” . Tandas Jumail curiga.

Untuk menjawab semua itu maka sangat tepat jika DPRD Luwu Timur membentuk tim audit investigasi, karena lewat tim ini harapannya bisa merunut persoalan mulai dari status lahan sampai pada penentuan nilai harga sewanya.

Kita juga berharap tim audit investigasi ini manggil tim appraisal yang digunakan Pemda Luwu Timur untuk menjelaskan kepada publik Luwu Timur kenapa bisa berkesimpulan lahan kompensasi itu lahan kosong sehingga harganya murah, sementara fakta lapangan dilahan kompensasi itu banyak kebun warga, dan saat di persewakan lahan itu pun sudah berstatus kawasan industri. ” Mestinya harganya mahal karena status lahannya sudah jadi kawasan industri. “Kata Jumail.

Lanjut dikatakannya, Luwu Timur sekarang ini sudah menjadi incaran investor. Hampir tidak ada blok nikel yang kosong di Luwu Timur, semua sudah punya IUP, itu artinya potensi Luwu Timur sangat diminati.

” Makanya Pemda Lutim jangan kasi murah daerah kita ini, apalagi gratis, cukup tegakkan aturan, adil dalam perlakuan dan buat kebijkan yang berpihak pada kepentingan daerah untuk jangka panjang. ” Jelas Jumail.

Ia menegaskan jika DPRD Luwu Timur tidak serius, siap – siap saja kami akan datang lagi menduduki kantor DPRD Lutim. ” Tutup nya. (son/***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA