Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

Keluarga Korban Sudah Ikhlas, Insiden di Area Pertambangan PT CLM Sudah Ajalnya


					Keluarga Korban Sudah Ikhlas, Insiden di Area Pertambangan PT CLM Sudah Ajalnya Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,-  Keluarga Iksan sudah ikhlas. Mereka tak menyalahkan perusahaan pertambangan, tempat Iksan mencari nafkah.

“Murni karena sudah jalan-jalannya mi (sudah ajalnya). Tidak bisa salahkan tambang,” kata Istri almarhum Iksan, Nur Hayani saat ditemui di kediamannya di Desa Pongkeru, Kecamatan Malili, Minggu, (13/10/24).

Di ruang tamu, Nur Hayani duduk sila. Di sebelah kirinya, ada Kakak Kandung Iksan, Musafir (51), dan Ibu Nur Hayani yang menggendong cucunya (putra ketiga almarhum Iksan).

Sehari sebelum Iksan meninggal dunia (10/10/24), Nur Hayani sudah punya firasat. “Malamnya saya dipeluk erat. Baru memasakkan saya air di saat hujan. Biasanya tidak masak air kalau hujan. Potong kayu juga banyak sekali. Baru dilarang kita angkat itu kayu, katanya nanti orang banyak yang angkat,” kenang perempuan berusia 29 tahun ini.

Semua hal ini ungkap Nur Hayani, sudah jadi tanda-tanda. Jika suaminya tercinta akan pergi lebih dulu. Menghadap kepada Sang Maha Kuasa. Sehingga, kepergian suaminya ungkap Nur Hayani tak bisa dikaitkan dengan pekerjaannya sebagai pengawas PT Putra Pongkeru Utama (PPU), perusahaan vendor PT Citra Lampia Mandiri (CLM).

“Kita tidak bisa menghindari kematian. Ajal kita sudah tertuang dalam perjanjian sejak kita mau keluar di dunia ini. Kita sudah tanda tangan dengan Allah,” kata Kakak Kandung Iksan, Musafir.

Musafir bilang, kepergian adiknya tidak bisa dikaitkan perusahaan pertambangan. Sebab, jika ajal datang, maka kematian tidak bisa dihindari. Menurutnya, kepergian Iksan di area pertambangan sudah ketentuan Allah SWT.

“Ajalnya mi ini. Sudah ketentuan. Apalagi, sebelum meninggal, sudah lain-lain memang mi tingkahnya. Banyak memang tanda-tanda. Dia video call sama temannya. Padahal dia duduk berdampingan,” ungkap Musafir.

Musafir bilang, Iksan sudah banyak meninggalkan kesan-kesan. Ia bahkan menitipkan pesan kepada seluruh keluarga dan sahabat untuk menjaga ibadah. “Almarhum ingatkan, jaga salat ta. Ini jadi bekal di akhirat,” ujar Musafir.

Saat ini, masyarakat dibuat heboh. Istri almarhum Iksan, kakak, dan keluarganya meminta masyarakat tetap tenang. Dan meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan kematian Iksan dengan aktivitas pertambangan.

Musafir mengaku, jika kehadiran pertambangan PT CLM sangat berdampak positif dengan kehidupan masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Bahkan, angka kriminal di daerah menurun secara drastis.

“Sekali lagi, tidak ada kaitannya dengan pertambangan. Ini sudah ajal. Kami keluar Ikhlas,” imbuh Nur Hayani. (Okson/***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA