Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

Reklamasi Pasca Tambang Vale Berhasil Kembalikan Habitat Lokal Yang Sempat Hilang


					Reklamasi Pasca Tambang Vale Berhasil Kembalikan Habitat Lokal Yang Sempat Hilang Perbesar

LOKSON, LUWU TIMUR, – Media Visit PT Vale tahun ini suasananya berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini rombongan wartawan yang tiba di Bukit Solia disambut dengan riuhnya suara kicau burung lokal.

Ini menandakan PT Vale berhasil mengembalikan ekosistem diseputaran Bukit Solia dari tandus akibat penambangan berubah menjadi hutan belantara.

Dari atas Bukit Solia, sejauh mata memandang kondisinya sudah berubah hijau. Berbagai macam jenis pepohonan yang ditanam sudah tumbuh dan rimbun. Diantaranya terlihat
ada yang mengeluarkan bunga dan buah. Dari pepohonan inilah burung – burung itu berkicau.

Beberapa ekor burung yang berhasil dikenali adalah Burung Srigunting, Burung Kacer, Decu, Punai dan Pleci Sorowako.

” Itu burung yang berkicau disana, itu datang sendiri ketika daerah ini sudah berubah menjadi hutan belantara. Saat ini kita menunggu Ficus Rangkong berbuah, itu makanannya burung Rangkong, kita berharap jika pohon ini berbuah burung Rangkong itu kembali lagi ke habitatnya disini. ” Ujar Manager Long Term Mine Plan PT Vale Indonesia, Muhammad Ibnu Rusjid Andi. Jumat 2 Agustus 2024.

Ia menerangkan, di seputaran Bukit Solia ini sudah ditanami berbagai jenis pohon, mulai dari pohon Perintis, seperti Kayu Johar, Kayu Angin, Kayu Putih, Ficus Rangkong dan lainnya.

Kemudian Pohon Lokal , seperti Pohon Agatis, Betao, Uru, Bitti, Buri, Gaharu, Tapi- Tapi, Nyatoh, dan Popon.

Selanjutnya tanaman Multiguna seperti, Kayu Manis, Mangga, Aren, Nangka, Matoa, Tarra, Manggis, Manggis Hutan, Sagu dan Kemiri.

Ada juga tanaman endemik, seperti Eboni, Dengen, Burri, Sarkoteka, Mata Kucing, Kumea, Kaloju dan Tembeuwa. Semua pohon ini tumbuh baik semua area reklamasi pasca tambang Vale.

Tak cukup di Bukit Solia, Rombongan wartawan dari berbagai daerah ini di bawa masuk ke area Pertambangan untuk melihat dari dekat hasil Reklamasi PT Vale yang sudah berusia 18 Tahun. Yaitu di daerah yang di beri nama Himalaya.

Di sini kita bisa melihat dari dekat pohon kayu yang sudah berumur 18 tahun dan sudah ada yang berukuran sepelukan orang dewasa.

Di titik ini juga kita bisa melihat pohon yang ditanam oleh Menteri Pertambangan dan Energi RI, Purnomo Yusgiantoro. Pada Oktober 2006 silam ketika datang ke Sorowako ia sempat menanam pohon Damar. Kini Pohon itu sudah menjulang tinggi dengan ukuran sepelukan orang dewasa.

” Ini salah satu hutan hasil reklamasi pasca tambang Vale yang sudah berusia 18 Tahun, di situ ada jejak tangan Pak menteri yang waktu itu menanam pohon Damar di tahun 2006.” Tutup Muhammad Ibnu Rusjid Andi. ( son/***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA