Menu

Mode Gelap
Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale Pendamping Hukum dan Petani Laoli Melaporkan ke Polda Sulsel Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Pemda Lutim pada saat Melakukan Penggusuran Paksa demi Proyek Strategis Nasional PT. IHIP SMPN2 Malili Sampaikan Tata Tertib Sekolah, Minta Orang Tua Tidak Keberatan Jika Anaknya Bina Pemeriksaan Saksi Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans CSR Belum Rampung, Jaksa Sebut Sudah 40 Orang Yang Diperiksa

BERITA

Minggu Tenang, Ikhwan Boyong Timnya Nonton Perdana Film Ilagaligo


					Minggu Tenang, Ikhwan Boyong Timnya Nonton Perdana Film Ilagaligo Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Minggu tenang menjelang Pemungutan Suara 14 Februari 2024 dimanfaatkan Caleg DPRD Provinsi Sulsel dari PDIP Luwu Timur, Muh. Ikhwan Aqhar Rifai menyaksikan Pemutraan perdana Film Ilagaligo di Platinum Kota Palopo. Minggu (11/02/2024) Sore.

Untuk menyaksikan film yang kental akan khasanah budaya Luwu ini, Muh. Ikhwan Aqhar Rifai tidak sendirian. Ia mengajak Timnya untuk bersama – sama menikmati alur drama Ilagaligo yang difilmkan tersebut.

” Memanfaatkan Minggu Tenang ini Saya bersama tim saya menyaksikan pemutaran perdana Film Ilagaligo. Film ini sudah lama kita tunggu – tunggu pemutarannya dan Kesan saya setelah menonton, kisahnya sangat menarik, mampu mengaduk – aduk perasaan kita sebagai manusia.” Ungkap Ikhwan.

Baginya, Film ini merupakan Maha Karya leluhur Tana Luwu yang mendunia, saat menyaksikan semua adegan yang diperankan, kita sepertinya terbawa pada alam kehidupan masa lampau.

Generasi yang ada saat ini harus menonton film ini agar tidak kehilangan identitas sebagai Wija To Luwu. ” Minimal kita bisa mengetahui sepenggal kisah Ilagaligo ini. Kata Muh. Ikhwan Aqhar.

Seperti sinopsisnya, film ini diwarnai dengan drama kehidupan Ila Galigo yang syarat makna kehidupan. Dari tidak disukai ibu kandungnya dan terbuang sejak bayi sampai pada fase akhir yang secara tak sengaja Ila Galigo berhasil mengalahkan Sawerigading dalam sebuah ajang sabung ayam.

Saat itu pula untuk pertama kalinya dia bertemu dengan kedua orang tuanya. We Cudai begitu takjub dengan ketampanan dan kecerdasan ILa Galigo anaknya yang dahulu justru sangat tak diharapkan kelahirannya olehnya sendiri.

Sementara Sawerigading akhirnya berhasil menemukan lawan tanding yang seimbang, baik dalam hal sabung ayam maupun dalam hal peperangan yang sesungguhnya.

” Yang jelas rugi jika kita tidak menyaksikan film ini, ceritanya sangat menarik. ” Tutupnya. ( SON/***)

Baca Lainnya

Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar

12 Agustus 2026 - 13:53 WITA

PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

12 Agustus 2026 - 10:48 WITA

Menghidupkan Kembali Peradaban Luwu di Antara Celah Tambang PT Vale

12 Agustus 2026 - 06:41 WITA

Trending di BERITA