OKSON, LUWU TIMUR,- CUD Chocolate, kudapan manis produk UMKM binaan PT Citra Lampia Mandiri ternyata sangat diminati pengunjung di Pekan Expo K-UMKM Harkopnas ke-79 Sulawesi Selatan yang di pusatkan di Sorowako Luwu Timur. Rabu (7/10/2026).
Aroma coklat yang menggoda selera pengunjung ternyata asli produk lokal Luwu Timur yang diracik dari kemarin, tangan kreatif warga Desa Laskap, Kecamatan Malili.
CUD Chocolate bukan sekadar cokelat biasa. Warga meraciknya dengan banyak varian memiliki citra rasa yang menggugah. Diantaranya: Milky Chocolate dan Dark Chocolate
Produk ini merupakan buah kerja keras kelompok Dari Cinta Usaha Desa (CUD). Mereka berhasil mengubah biji kakao lokal yang dulunya hanya dijual mentah, menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin PT Citra Lampia Mandiri (CLM). Melalui program pemberdayaan masyarakat di wilayah Sorowako, Kecamatan Nuha, perusahaan tambang ini berkomitmen mengubah pola pikir petani lokal.
“Kami mendorong masyarakat agar tidak lagi menjual hasil bumi dalam bentuk mentah. Mereka diarahkan untuk mengolahnya menjadi produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Fauzi, Manajer Eksternal PT CLM.
Strategi yang diterapkan terangkum dalam mantra singkat yang kuat: “Tapelakeju”—Tanam, Petik, Olah, Kemas, Jual. Lewat konsep rantai usaha mandiri inilah, kakao Laskap naik kelas.
Ia tidak lagi berakhir di karung-karung tengkulak, melainkan menjelma menjadi batang-batang cokelat premium dengan merek sendiri.
Ajang expo tingkat provinsi ini pun menjadi panggung pembuktian. Kehadiran CUD Chocolate menjadi potret nyata bagaimana pendampingan yang tepat bisa membawa produk pelosok desa menembus pasar yang lebih luas.
Menariknya, CUD Chocolate tidak sendirian di stan PT CLM. Berjajar pula produk-produk unggulan lain dari Desa Pasi-Pasi, mulai dari olahan Jahe Aren, renyahnya kerupuk ikan hingga kesegaran
sirup rosella dan olahan bunga telang.
Melalui ruang pameran seperti Expo K-UMKM ini, potret kemandirian ekonomi warga lingkar tambang perlahan mulai terlukis jelas. Produk lokal kini siap melangkah lebih jauh, membuktikan bahwa dari cinta usaha desa, potensi daerah bisa menembus pasar dunia. ( oks/***)








