OKSON, LUWU TIMUR,- Sudah berbulan – bulan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi seragam sekolah dan pengadaan ambulans Garda Sehat Lutim Juara yang ditangani Penyidik Kejaksaan Negeri Luwu Timur belum ada kemajuan yang berarti.
Informasi dari penyidik Jejaksaan Negeri Luwu Timur, penanganan kasusnya masih berkutat dengan pemeriksaan saksi dan berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian negara dari dua perkara tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Luwu Timur, Deri F Rachman di konfirmasi pada Rabu (23/09/2026) mengungkapkan penanganan perkaranya tetap jalan dengan memeriksa saksi – saksi termasuk berkoordinasi dengan ahli dari BPKP Sulsel terhadap dua kasus dugaan korupsi tersebut.
” Iya, ini masih sama dengan sebelumnya (pemeriksaan saksi dan koordinasi ahli), belum ada perkembangan. Nantilah saya berkoordinasi kembali dengan pak Kasi Pidsus. Beliau lagi di makassar ,” ujarnya
Amrullah aktivis Aliansi Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi ( MUAK ) menilai penanganan dua kasus dugaan korupsi yang kini ditangani Kejari Lutim terkesan makin lamban.
” Durasi waktunya lumayan lama ini, progresnya masih itu saja, seputar pemeriksaan saksi dan koordinasi BPKP untuk hitung kerugian negara. beberapa bulan lalu infonya sama seperti ini juga. ” Ungkap Amrullah
Lanjut dikatakannya, dengan melihat tidak adanya perkembangan terbaru , maka wajar juga makin banyak warga yang mulai skeptis dan ragu dengan integritas Kejari Lutim dalam menangani dua perkara korupsi tersebut.
Namun demikian MUAK tidak kendor, akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada penetapan tersangkanya bahkan sampai vonis di pengadilan. “Tutupnya. ( oks/***)








