PT Vale Indonesia memastikan bakal melakukan pembangunan ulang total terhadap jembatan utama di Gate 1 yang sebelumnya mengalami penurunan struktur. Target penyelesaian proyek penggantian ini dijadwalkan kurang dari satu tahun, yakni sekitar dua belas bulan ke depan. Konsekuensinya, warga yang selama ini mengandalkan jalur alternatif harus menunggu lebih lama hingga akses utama bisa difungsikan kembali sepenuhnya.
Jalur darurat yang telah disiapkan perusahaan pertambangan itu saat ini sudah bisa dilewati kendaraan dari dua arah secara bersamaan. Sistem buka-tutup yang sempat diterapkan sebelumnya hanya berlaku ketika ada pemasangan gorong-gorong, marka jalan, maupun penerangan lampu. Yusri Yunus selaku Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale Indonesia mengungkapkan hal ini pada Selasa (10/2/2026). Ia menegaskan bahwa aturan tersebut diterapkan semata-mata untuk melindungi keselamatan para pengguna jalan serta pekerja yang masih menyelesaikan pembenahan jalur alternatif.
Ambrolnya dudukan jembatan utama dipicu oleh gesekan alat berat berukuran raksasa yang melintas di bagian bawah struktur. Peristiwa itu menyebabkan jembatan turun beberapa sentimeter dari posisi semula. Menyadari risiko yang bisa membahayakan, perusahaan langsung menyusun langkah cepat dengan membangun jalur pengganti agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh total.
Seorang warga Sorowako bernama Amir menyampaikan apresiasinya atas respons tanggap darurat yang ditunjukkan PT Vale. Ia mengungkapkan bahwa tanpa keberadaan jalan alternatif, warga Sorowako berpotensi terisolasi dan distribusi kebutuhan pokok bisa macet. Namun berkat kecepatan perusahaan dalam bertindak, roda ekonomi serta pengangkutan barang harian tetap beroperasi seperti biasa.
Dukungan juga mengalir dari Erick Estrada, anggota DPRD Luwu Timur yang mewakili daerah pemilihan Towuti dan Nuha. Ia memberikan pujian atas langkah sigap PT Vale dalam meredam dampak buruk pasca-insiden jembatan. Meski demikian, Erick mengingatkan agar perusahaan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi struktur jembatan sebelum melakukan pembangunan kembali. Ia berpendapat bahwa penguasaan aspek teknis memang sudah dimiliki PT Vale, tetapi yang lebih krusial adalah memastikan hasil konstruksi nanti memenuhi standar kualitas tertinggi. Dengan begitu, jaminan keamanan bagi pengguna jalan, baik kendaraan bermuatan berat maupun ringan, tetap terjaga.
Sementara itu, Yusri Yunus menambahkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menyempurnakan jalan alternatif sembari mengerjakan perbaikan jembatan yang amblas. Ia berharap seluruh tahapan pemulihan berjalan lancar tanpa hambatan signifikan. Pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar akses transportasi warga tidak terganggu dalam jangka panjang.








