Menu

Mode Gelap
Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

BERITA

Longsor di Kasintuwu, Untuk Sementara Jalan Trans Sulawesi Putus


					Longsor di Kasintuwu, Untuk Sementara Jalan Trans Sulawesi Putus Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR,- Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Luwu Timur Sulsel dengan Sulawesi Tengah kembali putus.

Ratusan kendaraan dari dua arah terpaksa terhenti karena jalan sudah tertimbun material longsor yang sangat tebal. Titik longsor ini berada di Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana. Selasa (21/01/2025).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupate Luwu Timur, dr. April, mengatakan penyebab longsor karena tingginya curah hujan yang mengguyur selama dua hari tanpa henti menyebabkan permukaan tanah ditebing jalan tergerus air sehingga terjadilah longsor besar yang memutus akses jalan utama di wilayah tersebut.

Material longsor berupa tanah, bebatuan besar, dan pepohonan tumbang menutupi sepanjang lebih dari 30 meter jalan nasional yang menghubungkan beberapa kota penting di Sulawesi Tengah.

Akibat kejadian ini, ratusan kendaraan terjebak di kedua arah, menyebabkan antrean panjang dan kelumpuhan arus lalu lintas.

“Suaranya seperti gemuruh petir. Kami berlari keluar rumah dan melihat tanah dari perbukitan ambruk begitu saja ke jalan,” ujar Randi, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat langsung dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi dan pembersihan jalan.

Sambil menunggu alat berat tiba di lokasi, aparat keamanan dibantu warga dan BPBD melakukan Proses pembersihan material longsor dengan cara manual.

Aparat juga menghimbau pengguna jalan yang terjebak macet tetap waspada melihat pergerakan tanah ditebing jangan sampai terjadi lagi longsor susulan.

“Kami berupaya maksimal agar jalan bisa dibuka kembali dalam 24 jam kedepan. Fokus utamanya adalah membuka blokade longsor agar arus lalulintas lancar lago. ” Ujar dr. April.

Bencana ini bukan yang pertamakalinya di Kasintuwu, boleh dibilang setiap tahun daerah tersebut kerap dilanda tanah longsor yang memutus jalur trans Sulawesi. Daerah ini rawan logsor karena permukaan tanahnya sangat labil. (son/***)

 

 

Baca Lainnya

Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur

15 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara

14 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di BERITA