Menu

Mode Gelap
Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk Sengketa Laoli dan Ujian Keberanian DPRD Luwu Timur (Catatan Reflektif Terinspirasi oleh DPRD Gowa) Gakkum LHK Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Lindung Loeha, Praktik Jual Beli Lahan Ilegal Terbongkar PT Citra Lampia Mandiri Serahkan Bantuan Alat Tangkap untuk Mendukung Produktivitas Nelayan Desa Harapan

BERITA

Tujuh Saran TPID Untuk Mengendalikan Inflasi Di Lutim


					Tujuh Saran TPID Untuk Mengendalikan Inflasi Di Lutim Perbesar

OKSON, LUWU TIMUR, – Setelah melakukan pemantauan harga barang di sejumlah pasar tradisional di Luwu Timur, Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) Provinsi Sulawesi Selatan memberikan Tujuh Saran yang harus ditindaklanjuti Pemerintah Luwu Timur.

Saran tersebut dianggap sebagai langkah kongkrit pemerintah dalam mengendalikan inflasi di Kabupaten Luwu Timur.

” Hasil pemantauan bersama TPID Provinsi Susel dan TPID Kabupaten Luwu Timur, mendapati harga Beras dan Cabe yang masih mahal di pasar tradisional Luwu Timur. ” Ungkap Senfry Octavianus Kadis Perdagangan Koperasi, Perindustrian, Luwu Timur. Sabtu (16/03/2024).

Menurut Senfry, terkait beras yang masih mahal, TPID Provinsi Sulsel meminta agar Rumah Pangan Kita bentukan Bulog harus ada didalam pasar dan menjual beras SPHP dengan harga murah.

Berikut Saran Tindakan yang diterbitkan TPID Provinsi Sulsel untuk ditindak lanjuti Pemerintah Luwu Timur untuk mengendalikan Inflasi :

1. Menyarankan untuk terus menggelar Operasi Pasar dan melaksanakan Pasar Murah di Sebelas Kecamatan, melibatkan Forkopimda, Bulog, OPD terkait, Distributor Komuditas dan Satgas Pangan dipimpin oleh Bupati Lutim.

2. Menyarankan untuk mengeluarkan Cadangan Beras Bulog jika diperlukan.

3. Tambahkan Kios mitra Bulog di Pasar Tradisional. Di Luwu Timur.

4. Menggelar Rakoor bersama tim TPID, Distributor , Satgas Pangan untuk pengendalian harga.

5. Membangun kemitraan Bulog dengan usaha penggilingan padi.

6. Menyediaka kendaraan distribusi , untuk mengangkut komoditi kepasar kecamatan, bekerjasama bulog dan koperindag.

7.Segera membuat data ketersediaan kebutuhan pangan dan surplus, minus pangan setiap bulannya.

Untuk menindaki saran dari TPID Provinsi Sulsel tersebut Dinas Perdagangan Luwu Timur dalam waktu dekat ini akan menggelar lagi Pasar Murah di 11 Kecamatan.

” Menjelang Idulfitri nanti kita akan menggelar lagi Pasar Murah di seluruh Kecamatan di Luwu Timur. Harapan kita Pasar Murah tersebut bisa menekan inflasi dan mencegah kelangkaan stok bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat. ” Tutupnya. ( OKSON/***)

Baca Lainnya

Dua Dekade KKLT dan Jalan Panjang Kontribusi Diaspora untuk Luwu Timur

15 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Provokasi APL Tambah Brutal, Hasut Warga Loeha Serang Petugas Negara

14 Agustus 2026 - 20:43 WITA

Reses Mahading Diserbu Ibu – Ibu, Miris Lihat Desa Di Pusat Pemerintahan Infrastruktur Publiknya Buruk

14 Agustus 2026 - 05:39 WITA

Trending di BERITA